Kajari Jayapura : Puluhan Terpidana Korupsi Masih Keliaran

  • 13 Maret 2020 17:03 WITA
Kejaksaan Negeri Jayapura saat menggelar jumpa pers
Males Baca?

MCWNews.com - JAYAPURA | Kejaksaan Negeri Jayapura merilis sedikitnya ada 40 lebih terpidana telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura N. Rahmat mengatakan 40-an terpidana itu didominasi para terpidana kasus korupsi dan masih berkeliaran bebas meski putusan hukum atas perkara mereka telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

“90 persen DPO adalah terpidana pidana khusus, pidana umum hanya satu orang,” kata Rahmat dalam keterangan persnya di Jayapura, Kamis (13/03/2020).

Selain itu, Rahmat membeberkan, para terpidana tersebut juga didominasi dari kalangan swasta, disusul dari kalangan Apartur Sipil Negara (ASN).

"40 terpidana yang belum menjalani hukuman didominasi swasta atau pihak yang melaksanakan pekerjaan, sebagian kecil lainnya merupakan Apartur Sipil Negara (ASN). Rata-rata mereka divonis hukuman 4 tahun, 3 tahun hingga 1 tahun," bebernya.

Rahmat menegaskan, eksekusi terhadap puluhan terpidana ini akan menjadi prioritas kerja Kejari Jayapura. Pihaknya pun akan memetakan para terpidana korupsi yang akan didahulukan untuk dieksekusi.

 

“Kami petakan, kami mapping prioritas mana yang akan kami dahulukan karena informasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber para DPO ini ada yang berada di Kota Jayapura, di daerah lain, bahkan ada yang berada di provinsi lain,” kata Rahmat.

 

Kejari Jayapura tengah berupaya melakukan pendekatan terhadap para terpidana untuk menyerahkan diri. Sementara upaya paksa akan dilakukan Kejari Jayapura jika terpidana tidak kooperatif dalam pelaksanaan eksekusi ini.

“Kami akan utamakan langkah persuasif dengan mengimbau yang bersangkutan (terpidana) agar menyerahkan diri, apabila nanti tidak kooperatif dan tidak mematuhi imbauan tentu akan kami tindak,” tegasnya.(tim)



TAGS :

Komentar