Atasi Dampak Corona, Kementerian PUPR Percepat Program Padat Karya

  • 23 Maret 2020 16:02 WITA
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau wisma atlet Kemayoran
Males Baca?

MCWNews.com - JAKARTA | Guna mengatasi dampak wabah virus korona Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat realisasi program padat karya dengan nilai dalam APBN 2020 mencapai Rp8,64 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program padat karya bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini.

"Sesuai arahan Presiden saat ratas (rapat terbatas), kami akan fokuskan realisasi program padat karya tunai di lingkungan Kementerian PUPR," kata Basuki melalui keterangan tertulis, Minggu (22/3/2020).

Basuki mengatakan, program infrastruktur kerakyatan ini sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain memacu pertumbuhan ekonomi, program ini juga bertujuan mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antarwilayah dan penghasilan.

Anggaran itu diarahkan pada tujuh program mulai dari pembangunan jembatan gantung hingga penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) dan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas).

Pada tahun ini, pamsimas akan dilaksanakan di 5.053 desa dengan anggaran Rp767 miliar dan sanimas di 1.026 lokasi dengan anggaran Rp398 miliar. Kedua program di bawah Ditjen Cipta Karya tersebut untuk mendukung pencegahan stunting lewat penyediaan sarana air bersih dan sanitasi.

Beberapa kegiatan pamsimas yaitu pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) baru dan perluasan SPAM existing. Sementara Sanimas diarahkan pada pembangunan prasarana mandi, cuci, kakus (MCK) serta instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal.

Selain itu ada pula program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) senilai Rp1,35 triliun. Program ini menyasar 6.000 lokasi. Metode yang digunakan swakelola dengan anggaran tiap titik Rp200 juta dengan porsi 87 persen pembangunan fisik dan pendampingan perkumpulan petani pemakai air (P3A) 13 persen

Selain itu, Kementerian PUPR juga telah menyiapkan 4 Tower Wisma atlet Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta yang akan digunakan sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan COVID-19.(tim)



TAGS :

Komentar