KPK : Korupsi Saat Bencana, Terancam Hukuman Mati

  • 23 Maret 2020 17:22 WITA
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri
Males Baca?

MCWNews.com - JAKARTA | Dalam rangka penanggulangan pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia saat ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Anggaran yang digelontorkan tentunya tak sedikit.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, penegakan hukum KPK tetap berjalan di tengah pandemi virus corona. Dia mengakatan, pegawai yang bertugas di bidang penindakan tetap bekerja seperti biasa. 

"Begitu juga halnya dengan rekan-rekan kami baik penyelidik maupun penyidik, mereka tetap melakukan kegiatan di beberapa daerah provinsi, melakukan kegiatan untuk mencari dan menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi, dan melakukan penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti," kata Firli di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Pihaknya juga mengingatkan, bahwa melakukan tindak pidana korupsi pada saat bencana yang terjadi saat ini, dapat diancam dengan hukuman mati.

"Apalagi di saat sekarang, kita sedang menghadapi wabah Covid-19. Masa sih, ada oknum yang masih melakukan korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI. Ingat, korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati," tegas Firli.  

Firli menambahkan, proses evaluasi secara berkala selalu juga dilakukan oleh KPK, baik periode bulanan maupun triwulan. Meski begitu, KPK tetap menerapkan imbauan dan protokol pemerintah dalam menghadapi pandemi virus corona Covid-19. 

"Evaluasi tersebut dilakukan tidak saja secara lengkap untuk kinerja menyeluruh KPK, tetapi juga dilakukan per kedeputian per bulan. Khusus untuk evaluasi triwulan pertama semula dijadwalkan 20 Maret 2020 memang belum dilakukan, karena kami mempertimbangkan situasi terkini wabah Covid-19 dan tentu mengalami sedikit penundaan lantaran adanya wabah Covid-19 tadi," pungkasnya. (Dn)



TAGS :

Komentar