Asupan Gizi dan Suplemen Dorong Kesembuhan Pasien Covid-19 di Mimika

  • 22 Mei 2020 19:30 WITA
dr. Silwanus Sumule
Males Baca?

MCWNEWS.COM, TIMIKA - Pasien terpapar virus corona baru atau Covid-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang dinyatakan sembuh meningkat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Hingga Jumat (22/5) tercatat 66 pasien Covid-19 di Mimika dinyatakan sembuh, atau 36,1 persen dari total 183 kasus. Sedangkan pasien meninggal dunia 4 orang atau case fatality rate (CFR) hanya 2,2 persen.

Pada Jumat tercatat 17 dari 18 pasien sembuh di Papua berasal dari Mimika. Sementara hari sebelumnya, tercatat 11 pasien sembuh di Mimika, seluruhnya dirawat di RS Tembagapura.

Mimika merupakan salah satu kabupaten dengan angka kesembuhan tertinggi di Provinsi Papua. Kota Jayapura dengan total 222 kasus, 34 sembuh atau 15,3 persen, 6 meninggal dunia atau 2,7 persen.

Sementara Kabupaten Jayapura dengan 64 kasus positif, 23 dinyatakan sembuh atau 35,9 persen. Kemudian kabupaten Biak Numfor dengan 28 kasus positif, 2 di antaranya dinyatakan sembuh dan 26 dalam perawatan.

Secara kumulatif, di Provinsi Papua tercatat 568 kasus positif, 405 dirawat atau 71,3 persen, 152 dinyatakan sembuh atau 26,8 persen, dan 11 meninggal dunia atau 1,9 persen.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule mengatakan, salah satu faktor yang mendorong tingginya angka kesembuhan di Papua khususnya di Mimika adalah penemuan kasus secara dini. 

"Karena kita menemukan kasusnya sedini mungkin, pasien kemudian tertangani, sehingga kita petugas medis mampu mempertahankan dalam kondisi sakit ringan," katanya.

Selain itu, di Mimika memang ada dukungan dari PT. Freeport Indonesia maupun pemerintah daerah setempat, menyangkut ketersediaan suplemen untuk pengobatan dan mempertahankan gizi para pasien. 

"Kemudian, sebagian besar yang sembuh memang tidak mempunyai komorbit (penyakit penyerta) dan puji Tuhan bisa sembuh lebih cepat," kata Sumule. 

Ia mengatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe memang telah menginstruksikan agar dilakukan penjaringan kasus melalui rapid test (tes cepat) massal, agar orang yang terpapar ditangani lebih dini. 

"Rencana aksi kita, ada 7 kabupaten yang harus dilakukan rapid test dalam jumlah besar, yaitu kota dan kabupaten Jayapura, Keerom, Nabire, Mimika, Biak, dan Merauke," katanya. 

Khususnya di Kota Jayapura, sebutnya, rapid test massal telah dilakukan secara masif. Hasilnya pun luarbiasa, tim kesehatan menemukan cukup banyak kasus.  

"Harapan besar kami Satgas Covid-19 agar masyarakat menjalankan surat edaran dari Pemprov Papua khususnya menyangkut pembatasan sosial diperketat," imbuhnya.

Pemprov Papua telah menetapkan pukul 14.00 siang, sebagai batas akhir melakukan aktivitas.

"Kami tetap berharap dari jam 06-14.00 ketika warga beraktivitas, tetap gunakan masker dan jalankan protokol kesehatan," pungkas Sumule.

(Sev)



TAGS :

Komentar