Kasus Korupsi Rawan Terjadi Di Dunia Pendidikan

  • 23 Februari 2017 04:55 WITA
Males Baca?

MCW News, Makassar | Saat ini dunia pendidikan sangat rawan terjadi tindak pidana korupsi, hal ini dikatakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, yang menilai sektor pendidikan sering terjadi penyimpangan kasus korupsi, sebab anggaran untuk pendidikan cukup besar, dan bukan hanya di sekolah, tapi termasuk di kampus juga Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Selasa, 7 Februari 2017, mengatakan “Dunia pendidikan bukan dunia yang tidak mungkin terjadi korupsi, karena bisa menjadi lahan basah bagi para koruptor, yang lebih cerdas dibanding koruptor pada umumnya Karena itu penegak hukum harus bertindak cepat, jika terjadi kasus dugaan korupsi di Universitas Negeri Makassar (UNM), dan tidak boleh dibiarkan, penegak hukum harus bertindak cepat untuk memberantasnya, kalau terjadi korupsi di dunia pendidikan, itu berarti pengelolaan anggarannya tidak transparan dan akuntabel, sehingga terjadi penyimpangan, seharusnya anggaran dapat dikelola dengan baik dan transparan, agar tidak terjadi yang namanya manipulasi, korupsi, dan lain-lain Kasus korupsi di Kampus memang paling sedikit terungkap, dibanding di Instansi Pemerintahan Non-Pendidikan, hal itu terjadi karena pintarnya pelaku menutupi tindakannya, sehingga pejabat di Perguruan Tinggi tersebut paling berpeluang melakukan korupsi, seperti Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur, dan Dosen, karena mereka ini orang-orang pintar, banyak yang sudah profesor, jadi seharus mereka pintar mencegah korupsi, tapi malah sebaliknya Seperti diketahui, hingga kini berkas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Laboratorium Teknik Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM), sudah 7 bulan mengendap di Polda Sulawesi Selatan, padahal sudah ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Direktur Utama PT Jasa Bhakti Nusantara, Edy Rahmad Widyanto, Dosen Fakultas Teknik UNM berinisial JA, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial ML, “ungkap Samad. (timmcwnews)



TAGS :

Komentar