Lenis Kogoya : 7 Suku Papua Ingin Dialog dengan PT Freeport

  • 23 Februari 2017 05:06 WITA
Males Baca? MCW News, Timika | Guna menuntut kesejahteraan mereka, maka masyarakat Papua dari 7 suku yang berada di wilayah sekitar PT Freeport Indonesia, menginginkan dialog segitiga, antara Wakil Suku mereka, Pemerintah Pusat dan PT Freeport Indonesia   Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Lenis Kogoya, Minggu, 12 Februari 2017, mengatakan, “Masyarakat 7 suku pemilik hak ulayat daerah konsesi, ingin berdialog dengan Pemerintah Pusat, pihak PT Freeport Indonesia, dan dari masyarakat diwakili masing-masing Kepala Sukunya, 7 suku tersebut yakni, Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Mee dan Moni, dengan masing-masing Kepala Suku pada saat melakukan pertemuan dengan PT Freeport Indonesia Dalam dialog itu, mereka ingin menyampaikan apa yang menjadi hak-hak ulayatnya, dan akan melakukan hitung-hitungan kembali dengan Pemerintah Pusat dan PT Freeport Indonesia, menuju Tahun 2021 mendatang, secara khusus dalam dialog tersebut, perwakilan 7 suku dari Papua, akan membicarakan tanggungjawab PT Freeport Indonesia, yang seharusnya diberikan kepada mereka sebagai pemilik hak ulayat di wilayah konsensi Termasuk pembinaan kembali Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), yang didalamnya juga terdapat 5 suku yang lainnya, masyarakat menginginkan agar apa yang menjadi hak mereka, seharusnya diberikan langsung kepada mereka, dan tidak lagi harus dikelola oleh PT Freeport Indonesia, tetapi oleh masyarakat setempat, agar jangan “lepas kepala lalu pegang ekor” Dari dana itu, masyarakat bisa membangun rumah mereka, membuka usaha dan termasuk mengurus pendidikan anak-anaknya, serta dapat membiayai kesehatan mereka sendiri, saat ini perwakilan 7 suku di Papua, ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi, yang secara resmi menyetujui perubahan status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga masyarakat Papua, dapat lebih sejahtera dengan kehadiran PT Freeport Indonesia di tanah mereka, “ujar Lenis. (timmcwnews)  


TAGS :

Komentar