Polda Jateng Menangkan Pra Peradilan Atas Tersangka Mantan Kepala BPN Semarang.

Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:06 WITA

Polda Jateng Menangkan Pra Peradilan Atas Tersangka Mantan Kepala BPN Semarang.

Hakim Menangkan Polda Jateng Dalam Sidang Pra Peradilan Di PN Semarang, Rabu, (4/10)

MCW News, Semarang | Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah telah memenangkan sidang Pra Peradilan yang diajukan pihak Tersangka Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman, SH, MM bin Partorejo di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Rabu, (4/10). 

 

Dalam membacakan putusannya Hakim Tunggal, Puji Widodo, SH menolak permohonan pihak Pemohon dan diantaranya tidak membatalkan penetapan tersangka oleh Polda Jateng atas nama Yahman, SH, MM bin Partoredjo selaku Mantan Kepala BPN Kota Semarang yang diduga telah melakukan tindak pidana memberikan keterangan yang tidak benar dan sengaja memakai akta yang isinya seolah-olah benar kedalam akta otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 ayat 2 Jo Pasal 55 KUHP sebagaimana yang disangkakan pihak penyidik Polda Jateng. Demikian putusan ini dan ada yang perlu perbaikan," tuturnya sambil menutup sidang. 

 

Sementara itu pihak Polda Jateng, AKBP Daup saat dikonfirmasi terkait lanjutan penanganannya untuk segera melakukan penahanan atas tersangka. Pihaknya menolak berkomentar dan nanti diserahkan kepada penyidik. "Itu bukan kapasitas saya mas, nanti tugasnya penyidik," ujarnya seusai sidang kepada MCW News Jateng. 

 

Sedangkan dari pihak pengacara pemohon, Siswantoro,. SH, MH belum bisa banyak berkomentar, karena putusannya pun masih dalam perbaikan. Namun yang perlu disampaikan, bahwa klienya belum dilakukan pemeriksaan," memang pada tanggal 1 Januari 2017, klien kami dipanggil. Tapi tidak bisa datang, karena sakit. Dan pada bulan pebruari 2017 setelah dilakukan 2 (dua) kali gelar perkara statusnya tetap tersangka. Itu ada intervensi dari pihak Advokat Rizal," tuturnya. 

 

Ditempat terpisah Pengacara Rizal mengakui pihaknya melakukan intervensi atas kasus ini, karena kliennya atas nama Soegianto alias Andi Sogianto selaku pemilik sah atas tanah yang luas keseluruhan 4.090 m2 yang terletak di Jalan MT Haryono No. 823 dan No.825 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari Kota Semarang tersebut telah mengalami kerugian baik materil maupun materil atas perbuatan Mantan Kepala BPN Kota Semarang. 

 

Yahman yang dengan secara melawan hukum membuat keterangan tidak benar yang sangat merugikan kliennya, "Kami sudah melakukan upaya hukum baik di Pengadilan TUN dan Pengadilan Perdata. Keduanya menang melalui putusan kasasi TUN Mahkamah Agung RI No. 230 K/TUN/2016 dan Putusan Kasasi MA RI No.3700.K/PDT/2016 tanggal 13 Februari 2017," ungkapnya sambil memperlihatkan berkasnya di Kantor Jantra Keadilan Semarang.  

 

Selanjutnya Rizal pun memang meminta hasil putusan sidang pra peradilan yang dimenangkan Polda Jateng. "Ini bisa segera dilaksanakan semua pihak agar klien kami pun secara hukum sebagai pemilik sah tanah tersebut aman dan tanpa ada gangguan dari pihak manapun," Dan dengan putusan ini, pihak Polda Jateng agar melanjutkan proses penyidikan terhadap tersangka atas nama Yahman," tandasnya.  

 

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun media ini, kasus ini bermula dari adanya dugaan Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman yang disinyalir terlibat dalam pembuatan sertifikat Hak Milik No. 665/KEL. No. CANDI, tanggal 02 Juni 2006 atas nama GOEI SWAN TIONG dengan surat ukur No.33/Candi/2006 tanggal 1 Juni 2006 seluas 2.817 m2. Dan diduga proses permohonan sertifikat yang dilakukan pemohon Goei Swan Tiong tersebut disinyalir menggunakan dokumen tidak benar diantaranya menggunakan surat laporan kehilangan barang dari pihak kepolisian dan mengumumkannya disalah satu surat kabar harian Semarang.

 

Namun semuanya itu dibantah oleh pemilik sah tanah tersebut dan pihak Kepala BPN Kota Semarang pun yang dijabat Sumardjito, SH menolak permohonan proses pembuatan sertifikat tanah tersebut. Namun diera Kepala BPN Kota Semarang yang dijabat Yahman, SH,MM justru proses pembuatan sertifikat yang diajukan pemohon GOEI SWAN TIONG dilanjutkan prosesnya dan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari sertifikat tanah tersebut terbit.

 

Selanjutnya pihak pemilik sah tanah tersebut melaporkan perkara ini ke Polda Jateng dan telah mentersangkakan GOEI SWAN TIONG yang belakangan ini telah ditetapkan sebagai DPO dan telah menjadi warga negara belanda. 

 

Kemudian diduga proses pembuatan sertifikat yang disinyalir bernuansa rekayasa tersebut melibatkan banyak pihak yang juga turut mendanai perbuatan melawan hukum tersebut sebagaimana ditemukannya bukti baru (Novum) yang berkaitan dengan nilai proses pembuatan sertifikat hak milik nomor 000665/Candi tanggal 02 Juni 2006 surat ukur No.33/Candi/ 2006 tanggal 01 Juni 2006 seluas 2817m2 atas nama Goei Swan Tiong sebesar Rp 4,5 Miliar sebagaimana tertuang dalam gugatan Nomor: 189 /PDT.G/2006 /PN Smg antara Mintaryono Ardianto melawan Goei Swan Tiong. 

 

Kemudian atas perkara ini Mantan Kepala BPN Kota Semarang, Yahman pun ditetapkan tersangka oleh Polda Jateng, kemudian Ia pun mempra peradilankan Polda Jateng. Namun nampaknya upaya hukumnya tersebut kandas, karena Hakim justru menolak permohonannya dan dampaknya pihak-pihak yang terlibat lainnya pun akan terseret dalam kasus ini, "Saya yakin Pak Yahman melakukannya tidak sendirian, ada pihak lainnya yang juga harus diseret guna mempertanggungkan perbuatannya," pungkas Rizal yang juga pengacara Gaek ini. 

 

(Didik)


Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:06 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+