Kabid Binamarga Kendal Sebut Proyek PL Senilai 2 Milliar Dapat Fatwa Dari Kejari Kendal

Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:40 WITA

Kabid Binamarga Kendal Sebut Proyek PL Senilai 2 Milliar Dapat Fatwa Dari Kejari Kendal

MCW News, Kendal | Gonjang ganjing pelaksanaan Proyek Jembatan di Kaliputih Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah senilai Rp 2 Miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 kini semakin menuai polemik, karena diduga proyek tersebut hanya dilakukan Penunjukan Langsung (PL) bagi kontraktor pelaksananya. 

 

"Padahal aturannya sudah jelas bahwa proyek pengadaan barang dan jasa yang nilainya lebih dari Rp 200 juta harus dilelangkan dan dilarang di PL. Kecuali dalam hal darurat bencana atau proyek rahasia"

 

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Persatuan Aktivis LSM (PAL) Jateng, Akhmad Robani Albar, SH yang menyesalkan proyek miliaran tersebut hanya dilakukan penunjukan langsung, "Ya jelas itu menyalahi aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa, karena diatas Rp 200 juta harus melalui lelang terbuka," ungkapnya melalui pesan singkatnya kepada MCW News Jateng, Kamis (5/10).

 

Selanjutnya Robani pun berencana akan melakukan gugatan ke Pengadilan, jika Proyek tersebut benar- benar tanpa dilelangkan, "Kalau memang betul begitu, pihak LSM mewakili kepentingan publik dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Mas," imbuh pria yang juga sebagai Advokat ini. 

 

Namun Kabid Binamarga Kendal, Juni Isyanta saat dikonfirmasi, justru terkesan arogan dan tetap nekat melaksanakan proyek tersebut, karena mengklaim pihaknya sudah didukung pihak Kejaksaan Kendal, "Proyek tersebut sudah prosedur sesuai Perpres Nomor: 70/2012. Pasal 84, ayat 6. Perubahan dari Perpres no 54/2010 dan sudah ada fatwanya yang dikoordinasikan dengan TP4D Kejaksaan Kendal," ujarnya. 

 

Sedangkan Kepala ULP Kendal, Daryanto saat diklarifikasi terkait proyek tersebut belum bisa memberikan penjelasan yang tuntas, karena posisinya saat itu masih diluar Kota. Ditempat terpisah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Sugeng Pujianto saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Kejaksaan Kendal yang turut mendukung proyek tersebut sebagaimana disebut Kabid Binamarga Kendal, maka Kejati Jateng akan segera melakukan pengecekan, "Tks infonya saya cek dulu," ungkapnya melalui pesan singkatnya kepada MCW News Jateng, Kamis (5/10).

 

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun media ini, memang proyek tersebut telah dilelangkan, namun lelangnya gagal sebanyak 2 (dua) kali, karena diduga sepi peminatnya dan juga disinyalir banyak rekanan yang kurang persyaratannya. Sehingga dilakukan Penunjukan Langsung (PL) atas proyek tersebut, padahal jika mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku bahwa Proyek bisa dilakukan penunjukan langsung harus ada kriterianya diantaranya dalam keadaan darurat, bersifat rahasia dan nilainya tidak mencapai miliaran rupiah. 

 

Namun belakangan ini tersiar kabar, justru yang mengerjakan proyek tersebut diisukan sebelumnya tidak pernah mengikuti lelang dan juga dinilai kurang mumpuni untuk mengerjakan spesifikasi bangunan jembatan. 

 

Kemudian belakangan ini juga tersiar kabar, jika pihak PPKOM Proyek tersebut berusaha mengajukan proyek itu sebagai kriteria Proyek bencana ke pihak BPBD Kendal. Namun justru semuanya itu disangkal pihak Binamarga Kendal, Tidak benar, tegas Kabid Binamarga Kendal melalui pesan singkatnya kepada MCW News Jateng.

(Lendra)


Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:40 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+