Proyek PL Senilai Rp 2 Miliar Di Kaliputih Mulai Dilidik Polres Kendal

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 15:34 WITA

Proyek PL Senilai Rp 2 Miliar Di Kaliputih Mulai Dilidik Polres Kendal

Proyek PL Jembatan Kaliputih Kendal senilai Rp 2 Miliar kontruksinya sudah mulai retak-retak.

MCW News, Kendal | Kisruh  Proyek Penunjukkan Langsung (PL) Bangunan Jembatan di kaliputih Kecamatan Singorojo. Kabupaten Kendal Jawa Tengah senilai Rp 2 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017 kini telah memasuki babak baru,  karena pihak Polres Kendal telah merespon positif atas janggalnya proyek tersebut. Bahkan Tim dari Reskrim Polres Kendal yang dipimpin langsung Kasatreskrim AKP. Aris Munandar, SH, terjun  langsung dilokasi proyek dan menemukan kualitas kontruksinya yang sudah rapuh serta bahan materialnya diduga menggunakan barang bekas pakai," Kami dengan Tim Tipikor baru saja pulang dari Lokasi proyek di Singorojo. Dan menemukan kontruksi bangunannya sudah retak-retak serta besi jembatan pun diduga  menggunakan barang bekas," tuturnya kepada MCW News, Jumat (6/10). Selanjutnya Aris pun menilai bahwa Proyek Jembatan di Kaliputih tersebut belum bisa dikategorikan proyek bencana," itu belum masuk proyek bencana, makanya dalam waktu dekat mereka akan kami panggil Mas," imbuhnya sambil menunjukkan beberapa foto hasil temuannya. Ditempat terpisah Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Mastur mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas proyek-proyek di Kendal yang terindikasi KKN," Kami dukung aparat untuk membongkar korupsi proyek di Kendal, dan kami pun akan segera melakukan klarifikasi kepada semua pihak," tuturnya melalui handphonenya. Sedangkan Kepala ULP Kendal, Daryanto saat dikonfirmasi, justru pihaknya sudah melakukan proses pelelangan proyek tersebut sesuai prosedural hingga 2 kali pelelangan. Namun memang dari proses lelang tersebut belum ada rekanan yang memenuhi persyaratan dan gagal lelang," Semuanya ini khan dikembalikan ke pihak PPKOM dan Pengguna anggarannya," ujarnya. Sebelumnya Kabid Binamarga Kendal, Juni Isyanta ngotot, jika proyek ini tidak bermasalah. Karena sudah sesuai dengan peraturan dan ada Fatwanya dari Kejaksaan Kendal ,"  Proyek tersebut sudah  prosedur sesuai Perpres Nomor:  70/2012. Pasal 84, ayat 6. Perubahan dari Perpres no 54 / 2010 dan  sudah ada fatwanya yang dikoordinasikan  dengan TP4D Kejaksaan Kendal,"  ujarnya dikantornya.  Sedangkan Pihak Kejaksaan Kendal saat dikonfirmasi melalui Kasi Intelnya, Ali Mukadar belum bisa memberikan komentar terkait proyek PL tersebut," Penjenengan hubungi Kasi Datun aja," ungkapnya melalui pesan singkatnya. Kemudian Kasi Datun Kejaksaan Kendal pun ketika dikonfirmasi perihal proyek ini melalui handphonenya, hingga ditulisnya berita ini belum juga membalasnya. Namun Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah,  Sugeng Pujianto  saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Kejaksaan Kendal yang turut mendukung proyek tersebut sebagaimana disebut Kabid Binamarga Kendal, maka Kejati Jateng akan segera melakukan pengecekan," Tks infonya saya cek dulu," ungkapnya melalui pesan singkatnya kepada MCW News, Kamis (5/10) lalu. Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun media ini, memang proyek tersebut  telah dilelangkan, namun lelangnya gagal  sebanyak 2 kali, karena diduga sepi peminatnya dan juga disinyalir banyak rekanan yang kurang persyaratannya. Sehingga dilakukan penunjukan langsung (PL) atas proyek tersebut, padahal jika mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku bahwa Proyek bisa dilakukan penunjukan langsung harus ada kriterianya diantaranya dalam keadaan darurat, bersifat rahasia dan nilainya tidak mencapai milyaran rupiah.  Namun  belakangan ini tersiar kabar, justru yang mengerjakan proyek tersebut diisukan  sebelumnya tidak pernah mengikuti lelang  dan  juga dinilai kurang mumpuni untuk mengerjakan spesifikasi bangunan jembatan. Karena memang dalam dokumen lelang di LPSE Kendal dari deretan para rekanan yang mengikuti 2 (dua) kali lelang atas proyek tersebut, maka rekanan pelaksananya tidak ikut lelang sebelumnya. Dan diduga guna mengantisipasi gejolak yang semakin mencuat atas proyek PL tersebut, maka tersiar kabar  belakangan ini , jika pihak -pihak tertentu yang berusaha agar proyek yang menguras uang rakyat senilai Rp 2 Miliar yang juga tanpa lelang ini agar bisa dinyatakan  Proyek terkena Bencana

 

(Lendra)


Sabtu, 07 Oktober 2017 | 15:34 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+