Kepsek SMA Negeri 2 Ternate Diduga Tilep Dana BOS

Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:08 WITA

Kepsek SMA Negeri 2 Ternate Diduga Tilep Dana BOS

Directur LSM Mitra Public, Isra Latif

MCW News, Ternate | LSM Mitra Public Maluku Utara sangat menyesalkan sikap tak terpuji yang dilakukan Kepala Sekolah SMA Negri 2 Kota Ternate, Zainuddin Ms. Hi. Idris yang diduga melakukan tindakan pidana korupsi atas penggelapan dana Bantuan Operational Sekolah pada triwulan II 2017 sebesar Rp. 800 juta yang memicu dewan guru melakukan mogok mengajar pada senin (09/10)

 

Sangat kami sesalkan, mafia korupsi mulai menjalar ke lembaga pendidikan begitu kuat di Malut, jika ini dibiarkan maka akan berefek pada lambatnya kemajuan pendidikan di Maluku Utara. Padahal pendidikan harus bersih dari virus korupsi karena pendidikan merupakan penopang pendidikan karakter anak bangsa.

 

Hal ini di sampaikan langsung oleh Direktur LSM Mitra Public Isra Latif ketika menemui MCW News, di Cafe Upay Kelurahan Falajawa Dua Kota Ternate, Rabu (12/10).

 

Menurutnya, dalam waktu dekat mereka akan mengungjungi Ombudsman Malut untuk melaporkan kasus ini. selain ke Ombudsman, kami akan melaporkan secara resmi kepada Polda Malut dan mendesak Dirkrimsus Polda membentuk tim penyeledikan dan penyidikan agar segra melakukan penetapan tersangka.

 

“Kami tidak main-main dalam dugaan kasus dana BOS kali ini, karena sudah marak terjadi diberbagai sekolah di Provinsi Malut. Padahal daerah kita masih rendah sumber daya manusianya, mengapa sudah seperti ini wajahnya pendidikan kita. Komitmen kami adalah melakukan pengawalan hingga Kepsek SMA 2 Ternate dipenjarakan sebagai wujut kepedulian kami.” Tegas Isra.

 

“Selain melaporkan, kami akan langsung menemui Gubernur untuk memintanya mencopot berbagai kepala sekolah yang bermasaalah salah satunya SMA N 2 Ternate dan Kepsek SMA 25 di Halsel yang juga berkasus.” Tambah Direktur Mitra Public Isra Latif.

 

Terpisah, Akademisi Unkhair Irianto M. Ali S. Pd, M.Pd menjelaskan, pendidikan merupakan instrument dan alat negara untuk menjadikan Indonesia sebagai negara kuat, mengapa karakter pendidikan lokal kita mulai ternistakan oleh virus korupsi hari ini.

 

“Kurikulum K13 yang diterapkan kembali adalah untuk meraih hasil mendasar yakni nation end carakter building bagi anak bangsa, mengapa dicoret dengan Pendidik yang terindikasi melakukan kejahatan pidana. Semestinya pendidik memberikan contoh yang baik, karna pendidik adalah panutan.” Imbuh Anto sapaan akrapnya saat dihubungi MCW News via telepon.

 

Anto menambahkan, “LSM harus mempresul lewat jalur hukum agar yang bermasaalah bisa disangsi untuk efek jerah dan bisa menjadi contoh buat yang lain. Karena kasus seperti ini mencoreng nama baik, dan bagi saya pribadi hal ini tidak bisa dibiarkan oleh penegak hukum di Maluku Utara. Bagimana kita mau menjadikan Malut kuat sementara pendidikan memiliki record buruk.”

 

Sementara itu, saat MCW News melakukan konfirmasi kepada Kepsek SMA Negri 2 Kota Ternate Zainuddin Idris via telepon, untuk meminta tanggapan dugaan kasus tersebut, MCW News tidak mendapat tanggapan sampai berita ini ditayangkan. 

 

(IM)


Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:08 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+