Kampak Papua Minta Kejari Periksa Dugaan Korupsi Sekda Supiori

Jumat, 12 Januari 2018 | 18:50 WITA

Kampak Papua  Minta Kejari Periksa Dugaan Korupsi Sekda Supiori

Sekjen Kampak Papua Johan Rumkorem saat menemui pihak Kejaksan Negeri Biak Numfor

MCWNews.com - BIAK | Dugaan maraknya tindak pidana Korupsi di Kabupaten Supiori, Kampak Papua bersama dengan jaringan melakukan wawancara langsung kepada beberapa sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah Supiori dan menjaring informasi dari masyarakat kampung tentang pembangunan dan kesejahteraan sosial.

“Maka kami melakukan investigasi ke Kabupaten Supiori untuk melakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat,” ungkap Johan Rumkorem sekjen Kampak Papua melalui rilisnya Jumat (12/01).

Namun, kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan harapan Presiden sehingga hasil investigasi akan dilaporkan kepada Kepala Kejaksaan (Kajari) Biak untuk melakukan pemeriksaan berdasarkan laporan masyarakat.

Aktifis Anti korupsi ini akan melaporkan dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi di Sekertariat Daerah Kabupaten Supiori yang mana diduga banyak kegiatan di Pengelembungan Harga (Mark Up) sehingga merugikan keuangan Negara senilai Rp 10.409.040.153.

"Saya melaporkan dugaan tersebut karena berdasarkan hasil investigasi dan wawancara di lapangan ternyata banyak kegiatan yang di Mark Up, Kampak sendiri sudah mengantongi 4 SKPD/OPD dalam tubuh Pemda Supiori.

Namun kami hanya melaporkan satu OPD saja, jadi kami meminta Kejaksaan Negeri Biak Numfor untuk telusuri dugaan tersebut," harap Johan.

Johan juga menyatakan bahwa, ada beberapa kegiatan yang sebenarnya tidak masuk diakal seperti Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran, Tahun Anggaran 2015. Pada tahun anggaran 2015 Pemda Supiori telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pelayanan administasi perkantoran di dinas Sekertariat Daerah kabupaten Supiori dengan senilai Rp 15.385.426.000. 

"Kegiatan tersebut terdiri dari 12 kegiatan yang mana dari dua belas kegiatan ini banyak yang di Mark Up oleh karena itu kami laporkan biar semua jelas.

Kalau mau dilihat ada dua contoh program seperti, Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur," ujar Johan 

Dari program Pelayanan Administrasi Perkantoran terdapat lima kegiatan, jadi lima kegiatan ini ada nilai yang cukup besar nilainya yaitu Rp 8.306.640.153 sedangkan untuk program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur senilai Rp 2.102.400.000, kalau jumlah keseluruhan senilai Rp 10,4 Miliar.

Lebih lanjut, Johan menambahkan menemukan kejangalan dalam kegiatan rapat -rapat dan konsultasi ke luar daerah yang dilaksankan oleh pihak pemda Supiori.

"Coba banyangkan saja perhitungannya 1 tahun sama dengan 12 bulan dan dalam 1 tahun itu berapa kali kegiatan, sedangkan anggaran sebesar 5 miliar ini cukup besar, saya melihat bahwa ada terindikasi kegiatan di Mark Up, jadi kami melaporkan kepada kejaksaan negeri untuk diperiksa, kan bisa timbul pertanyaan, berapa kali perjalanan dinas yang dilakukan oleh Sekda dalam setahun ? Yang menjadi pertanyaan juga disini adalah apakah Asisten dari Sekda ini punya DPA atau tidak? Kalau ada DPAnya berarti perlu dipertanyakan nilai 5 miliar ini, karena masa Setda bisa gunakan 5 miliar, inikan aneh," beber Johan.

Johan menjelaskan, kalau belum ada DPA nya, maka pihaknya minta segera ditelusuri juga karena kemungkinan besar ada Mark Up kwitansinya.

Dari kegiatan tersebut ada juga Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Tahun Anggaran 2015.

Biaya tersebut sangat besar dan tidak masuk di akal, karena pada tahun 2014 kegiatan ini menyediakan anggaran yang tidak jauh beda dengan anggaran tahun 2015, sehingga dana yang dianggarkan kegiatan tersebut mengada-ada. 

“Kegiatan peningkatan dan Prasarana Aparatur tidak didukung dengan bukti pertanggungjawaban senilai Rp 2.102.400.000. Melihat Hasil Temuan dan Banyaknya kegiatan yang di Mark Up, maka kami laporkan berdasarkan keterangan bukti,” tutup Johan.

Dzul


Jumat, 12 Januari 2018 | 18:50 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+