Kejari Tetapkan Satu Tersangka Kasus Indikasi Korupsi Dana Panwas 2017

Sabtu, 13 Januari 2018 | 07:49 WITA

Kejari Tetapkan Satu Tersangka Kasus Indikasi Korupsi Dana Panwas 2017

Kajari Maluku Tengah, Robinson Sitorus saat di wawancarai

MCWNews.com - MASOHI | Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) menetapkan satu orang tersangka dalam kasus indikasi korupsi pada dana Panwas Kabupaten Malteng Tahun 2017.

Penetapan tersangka oleh Kejari Malteng ini atas nama, Richard Wattimury (Mantan Bendahara Panwas).

Richard ditetapkan sebagai tersangka utama dalam dugaan kasus korupsi dana Panitia Pengawasan (Panwas) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malteng tahun 2017. 

Sebagaimana disampaikan Kajari Maluku Tengah Robinson Sitorus, SH, MH, dalam jumpa pers usai pelaksanaan syukuran tahun baru di Masohi, Kamis (11/01)

Katanya, dalam sebuah kasus Korupsi yang indikasinya dilakukan secara berjamaah seperti ini, tak ada aturan yang menyatakan penetapan tersangkanya dalam suatu perkara  melanggar hukum, tersangkanya tidak bisa ditetapkan secara langsung atau sekaligus beberapa orang, walaupun sudah terdaftar dalam surat dakwaan.

Dicontohkan, pada kasus Korupsi Akbar yang sedang ditangani oleh KPK saat ini seperti, korupsi anggaran e-KTP. 

Dalam kasus ini sudah disebutkan ada 39 orang dalam surat dakwaan. Namun yang baru ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK hanya lima orang termasuk mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto alias Setnov.

Aturan hukum ini barlaku pula pada kasus yang sedang ditangani Kejari Malteng ini, yakni dana Panwas Malteng pada Pilkada Bupati 2017 tersebut. Karenanya,setelah dilakukan pemeriksaan hingga penyidikan, saat ini baru Richard Wattimury saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

Alasan penetapan Wattimury sebagai tersangka utama dikarenakan sudah ada dua atau lebih alat bukti yang diperoleh Penyidik. 

Sementara untuk pelaku lain yang diduga juga ikut terlibat dalam kasus ini seperti, mantan Ketua Panwas Stenli Mailissa, mantan Sekretaris Panwas Yanty maupun komisioner lainnya belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Mereka belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum menguatnya bukti-bukti yang ditemukan oleh pihak Kejari Malteng dalam hasil pemeriksaan maupun penyidikan," katanya.

Indikatornya, ada tiga unsur utama sebagai strategi yang dipakai dalam penetapan tersangka yaitu, dalam suatu kasus terdapat banyak orang namun belum ditetapkan sebagai tersangka. Menunggu hasil dan fakta persidangan terhadap tersangka utama, seperti masih kurangnya alat bukti untuk orang lain, adanya fakta hukum di Pengadilan yang ditetapkan oleh Hakim, dan strategi ketiga adalah terkait dengan administrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam persidangan nanti Kejari Malteng akan menggiring pihak Pengadilan melalui Hakim dalam penetapan ada pembuktian, baru terhadap orang lain yang nantinya sebagai tersangka selain Wattimury.

"Kita akan giring sesuai fakta persidangan, jadi belum tentu mutlak bahwa Richard Wattimury sebagai tersangka tunggal namun pasti ada tersangka lain berdasarkan fakta persidangan tersebut," ucapnya.

Secara pribadi maupun institusi Kejaksaan Negeri Malteng sangat yakin kalau ada tersangka lain yang nantinya ditetapkan oleh Pengadilan pasca hasil persidangan nantinya.

Jossy


Sabtu, 13 Januari 2018 | 07:49 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+