KPK Tetapkan Bupati Haltim Tersangka Suap Proyek Jalan

Kamis, 01 Februari 2018 | 16:56 WITA

KPK Tetapkan Bupati Haltim Tersangka Suap Proyek Jalan

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers

MCWNews - JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan jalan milik Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan lagi seorang sebagai tersangka, yaitu RE (Rudi Erawan) Bupati Halmahera Timur," ‎kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Kata Saut, Rudi Erawan diduga menerima suap dan gratifikasi yang berkaitan dengan proyek pembangunan dan pengadaan jalan milik KemenPUPR. Suap dan gratifikasi tersebut dianggap bertentangan dengan jabatan atau kewenangannya.

"Diduga, RE (Rudi Erawan) menerima total sekira Rp6,3 miliar," terangnya. 

Sebelumnya, KPK telah menetapkan sepuluh orang tersangka yakni, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir; Mantan Anggota DPR‎ RI, Damayanti Wisnu Putranti; swasta, Julia Prasetyarini; Ibu Rumah Tangga, Dessy A Edwin.

Kemudian, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary; Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng, dan empat Anggota DPR RI lainnya yakni, Budi Supriyanto; Andi Taufan Tiro; Musa Zainuddin; serta Yudi Widiana Adia 

Rudi Erawan adalah tersangka kesebelas pada perkara ini, Atas perbuatannya itu RE disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(timmcwnews)


Kamis, 01 Februari 2018 | 16:56 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+