Bongkar Portal Jalan Permata Puri Ngaliyan, Satpol PP Dituding Memihak Pengembang Apartemen

Selasa, 06 Februari 2018 | 15:00 WITA

Bongkar Portal Jalan Permata Puri Ngaliyan, Satpol PP Dituding Memihak Pengembang Apartemen

Kegiatan pembongkaran oleh Satpol PP

MCWNews.com - SEMARANG | Pembongkaran Portal Jalan akses Perumahan Permata Puri Ngaliyan Semarang yang dilakukan pihak Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja ( PP) Kota Semarang (Senin,5/2) bikin resah Ratusan Warga Perumahan Permata Puri, bahkan mereka menuding pihak aparat Kota Semarang telah berpihak pada Pengusaha pengembang Apartemen yang dibangun dibelakang perumahan warga.

Hal ini sebagaimana disampaikan Warga Perumahan Permata Puri Ngaliyan, Eko yang menyesalkan tindakan pihak Satpol PP yang seolah memihak pengusaha pengembang Apartemen," Pembongkaran yang dilakukan satpol PP tersebut untuk yang keduakalinya, padahal portal itu untuk mencegah truk-truk apartemen masuk ke jalan perumahan. Karena bikin bising dan merusak lingkungan," ungkapnya kepada MCWNews.com (Selasa,6/2). 

Eko pun merasa aneh atas tindakan Aparat Satpol PP yang semangat membongkar Infrastruktur milik warga," Mestinya pihak satpol PP tidak memihak Pengembang,. Karena kasus ini khan sudah digugat di Pengadilan, tapi kenapa Pembangunan Apartemen masih berjalan, ada apa ini?," imbuhnya. 

Dalam pantauan Media ini, memang ratusan warga Rt 08 Rw 10 Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang selama ini merasa resah atas pembangunan apartemen yang ada dibelakang perumahannya. Dan keresahan tersebut setelah pihak Pengembang Apartemen PP tidak peduli keluhan warga setempat. Padahal truk-truk  pengangkut material nonhuman telah mengganggu dan merusak akses jalan lingkungan perumahan. Bahkan ada beberapa rumah warga yang rusak dan amblas akibat truk pengangkut material tiap hari hilir mudik menggunakan akses jalan warga setempat. Dan kabarnya Apartemen yang dibangun pihak pengembang PP tersebut akan dibangun 7 ( tujuh) blok dan setiap bloknya bakal menampung 800 Kepala Keluarga.

"Mereka nantinya pakai air artetis yang bisa mengancam air warga juga yang saat ini kesulitan air," pungkas Eko.

(timmcwnews)


Selasa, 06 Februari 2018 15:00


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+