Tiga LSM Anti Korupsi Laporkan Pemda Waropen Ke KPK

Jumat, 09 Februari 2018 | 17:26 WITA

Tiga LSM Anti Korupsi Laporkan Pemda Waropen Ke KPK

Ilustrasi

MCWNews.com - BIAK | LSM anti korupsi Kampak Papua, Pemantau Keuangan Negara (PKN) dan Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia GNPK-R dalam waktu dekat akan melaporkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Waropen ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Berdasarkan hasil investigasi Kampak di lapangan, kami saat ini berada di negeri seribu bakau Kabupaten Waropen yang mana mencari dan menemukan sejumlah  dugaan korupsi di kabupaten waropen dan siap lapor ke KPK," ungkap Sekjen Kampak Papua, Johan Rumkorem via whatapps, Jum’at (9/2).

Menurut johan, pihaknya bersama kedua LSM anti korupsi lainnya telah melakukan investigasi ternyata banyak dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Pemda Waropen, Salah satunya terkait Pencairan Dana yang tidak sesuai prosedur.

“Prosedur SP2D tidak sesuai dengan aturan hukum, kalau sudah seperti ini, kami curiga ada indikasi penyelewengan anggaran yang terjadi,” tegas Johan.

Melalui hasil temuan di lapangan, pihaknya mendapatkan beberapa bukti salahsatunya Data mutasi yang tidak menggunakan SP2D sejak  tahun 2017 dan bukti berupa rekening Koran RKUD Kabupaten Waropen yang mana tidak melalui SP2Dnya. Ada satu surat yang diajukan dari PLT Kepala BPKAD Waropen tanpa SP2D, bernomor 900/9/BPKAD/V/2017.160517 dengan nomor arsip 1175600003 yang mana ada transaksi sejak tanggal 17 mei 2017 dengan nilai Rp 27.687.560.000.

“Ini baru masalah SP2D, belum kegiatan fiktif dan markup lainnya, banyak kegiatan markup dari APBN di waropen salah satunya kegiatan yang di mark up dilakukan oleh pihak ketiga seperti Pembangunan Talud Beton Pengaman Pantai Di Kampung Ghoyui dan Paradoi Distrik Urei Faisei yang sampai saat ini belum selesai,” ujarnya.

Johan berharap KPK harus turun untuk melakukan supervisi dan jika ada bukti yang cukup untuk dilakukan penyelidikan.

“Apalagi ini APBN, jadi Kami tetap laporkan, Belum lagi proyek kelas kakap di Wapoga yang diduga menghabiskan dana puluhan miliar,” tegas johan.

Charles


Jumat, 09 Februari 2018 17:26


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+