Kejati Jateng Periksa Dugaan Kasus Pengadaan Mading di Disdik Kendal

Minggu, 11 Maret 2018 | 06:47 WITA

Kejati Jateng Periksa Dugaan Kasus Pengadaan Mading di Disdik Kendal

MCWNews.com - KENDAL | Penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Pengadaan Majalah Dinding (Mading) Elektronik untuk beberapa SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal senilai Rp 6 Miliar Tahun 2016 kini mulai dilakukan pemeriksaan terhadap para pelakunya oleh Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Dan penanganan yang serius dari Kejati Jateng tersebut mendapat respon positif dari Para Aktivis Kendal sebagaimana disampaikan Aktivis Kendal, Unggul yang mengapresiasi Kejaksaan yang telah merespon harapan dari Masyarakat Kendal untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kendal.

"Kami sangat apresiasi sekali dengan kinerja Kejaksaan yang dengan sungguh-sungguh dalam penanganan kasus mading, walaupun masyarakat kendal pesimis karena beberapa kasus yang ditangani kejaksaan tidak selesai penuntasanya, tapi kami yakin kalau kasus mading pasti akan ditangani serius," ujar Unggul kepada MCWNews, Sabtu (10/3/18).

Sementara itu Kepala ULP Kendal, Sudaryanto saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan proses lelangnya bermasah, sehingga menjadi kasus.  pihaknya menegaskan, jika proses lelang proyek Mading sesuai prosedur. "Kalau lelang nya semua prosedur dan tahapan sudah sesuai aturan Pak," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Agus Rifai membenarkan pihaknya telah diperiksa Kejaksaan, namun hasilnya masih baik, "sudah diperiksa Kejaksaan dan hasilnya dilapangan alat-alat masih baik," ungkap Agus.

Selanjutnya Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono yang diduga cukup mengetahui adanya Proyek Pengadaan Mading Elektronik dalam lingkup tanggungjawabnya tersebut saat dikonfirmasi, hingga ditulisnya berita ini belum juga meresponnya.

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, memang dalam APBD Perubahan Tahun 2016 ada proyek pengadaan Majalah Dinding Elektronik yang dilelang di Pokja 5 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kendal dengan dokumen bernomor : 027/04/5.51/ULP Tanggal 17 Nopember 2016 senilai Rp 6 Miliar yang diperuntukkan 30 SMP di Kabupaten Kendal dengan kuantitas barang berupa papan informasi digital interaktif 43 inci dan 32 inci, tablet Windows PC 10 inci, perangkat jaringan, Portal Software, Atlas digital, Animasi pengenalan profesi dan polling untuk siswa, kemudian juga Portal Software manajemen konten digital, Animasi pengenalan profesi dan jadwal mengajar untuk Guru yang kesemuanya setiap unit atau paket barang tersebut diperuntukkan 30 SMP se- Kabupaten Kendal.

Namun  proyek tersebut diduga tidak terealisasi sebagaimana peraturan yang berlaku. Karena Proyek tersebut terindikasi tidak masuk dalam perencanaan Daerah, ada dugaan paksa tayang lelang yang tidak jelas lokasi penerima barang, waktu pelaksanaan proyek diduga mepet hanya 20 hari kalender diduga untuk mensiasati E- katalog, spesifikasi barang disinyalir tidak sesuai di dokumen, dan juga disinyalir tidak dilakukan Bimbingan Tehnik (Bimtek) bagi para operatornya. Sehingga Proyek ini berpotensi merugikan keuangan negara yang kini pihak Kejaksaan telah memeriksa para pejabat di Dinas Pendidikan Kendal, termasuk diantaranya Kabid Sarpras berinisal JP.

Lendra.


Minggu, 11 Maret 2018 | 06:47 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+