Diduga penuh rekayasa, Bupati Demak batalkan Tes perangkat Desa

Selasa, 13 Maret 2018 | 07:00 WITA

Diduga penuh rekayasa, Bupati Demak batalkan Tes perangkat Desa

MCWNew.com - DEMAK | Kisruh pelaksanaan Tes Calon perangkat desa  di Kabupaten Demak Jawa Tengah yang  diduga Sarat dengan Rekayasa, terutama pada penguji dari Universitas Indonesia.

Kini mulai mereda setelah Bupati Demak membatalkan keabsahan hasil Tes Perangkat Desa melalui suratnya bernomor 140/0082 sebagai tindak lanjut dari Rekomendasi DPRD Demak dengan surat Nomor:  004/241 tertanggal 9 Maret 2018 yang memeritahkan agar Pengangkatan Perangkat Desa hasil Tes yang diselenggarakan dengan pihak Universitas Indonesia untuk dibatalkan dan melakukan MoU ulang dengan pihak ketiga sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Dan pembatalan hasil tes perangkat desa tersebut dilakukan setelah adanya protes dari para pesertanya kepada DPRD Demak dengan adanya dugaan rekayasa serta berbagai

temuan di lapangan saat tes banyak sekali kejanggalan, dari mulai tes tertulis yang diwarnai dengan suara gaduh, "Kami dipanggil dan diberi soal melalui mikropon dengan suara kencang," kata seorang peserta yang tidak mau disebut namanya.

Bahkan pada saat dikonfirmasi MCWNews panitianya terkesan mengabaikan. Kemudian ruangan tes pun tanpa AC, hanya memakai kipas angin, menjadikan peserta tes kepanasan sehingga mengurangi konsentrasi dalam menjawab pertanyaan tes, waktu tes pun sangat singkat.

Ini terjadi pada tes komputer yang di batasi waktu hanya 15 menit dengan tiga soal, masing masing soal 5 menit.

Padahal logikanya tes komputer itu membutuhkan waktu yang lama, apa lagi tes tersebut menggunakan program yang kurang di pahami oleh peserta, karena pengikutnya tidak semua dari sarjana bahkan ada yang hanya dari sekolah setingkat SMA saja.

Akibatnya banyak perangkat Komputer yang tidak dipakai oleh peserta calon perangkat desa, diantaranya ada yang rusak atau error sehingga menghambat pengerjaan soal bagi para pesertanya. Namun anehnya, banyak peserta yang tidak ikut tes komputer, tapi lulus.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Ketua Panitia Tes Perangkat Desa, Sopian justru tidak ada penjelasan apapun dan seolah menghindar dari kejaran Wartawan, "Betul saya ketua panitia pak winarto tim saya," katanya tergesa-gesa saat ditemui dalam  penyerahan kelulusan ujian di wisma haji jogoloyo kabupaten Demak, Senin (12/3/18).

Sebelumnya Ketua LSM MAKI, Bonyamin Saimin sempat melakukan Somasi atas kusruh pelaksanaan Tes Calon Perangkat Desa di Kabupaten Demak ini, karena diduga Tim Independen yang disebut- sebut dari Universitas Indonesia diduga tidak kredibel dan tidak mewakili UI.

Dan disamping itu juga tersiar kabar, jika penerimaan Perangkat Desa di Demak juga terindikasi adanya aroma suap korupsi yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah untuk menjabat seorang carik di Desa, "Di desa tempat kakak saya, untuk menjavat carik Desa harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, mohon diusut Kadesnya Pak," ungkap sumber Media ini via telpon seluler.

Lendra


Selasa, 13 Maret 2018 07:00


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+