Dugaan Suap Pengangkatan PNS Senilai Rp 3,34 Miliar di Kemenag Magelang

Selasa, 03 April 2018 | 20:13 WITA

Dugaan Suap Pengangkatan PNS Senilai Rp 3,34 Miliar di Kemenag Magelang

MCWNews.com - BATANG | Dugaan adanya suap dalam Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Tahun 2013 yang nilainya mencapai Rp 3,34 Miliaran mulai terbongkar setelah puluhan CPNS yang mayoritas para Guru Madrasah tersebut mengungkapkannya

Bahkan beberapa daftar nama serta besaran uang yang disinyalir telah diserahkan kepada oknum Pejabat Kemenag setempat pun tertulis jelas yang totalnya mencapai Rp 3.340.000.000.

Mereja mengeluhkan, sudah menunggu lama. Namun hingga kini mereka belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS). Padahal mereka telah membayar puluhan juta rupiah kepada Oknum Pejabat Kemenag Kabupaten Magelang berinisial KDFH.
“Kami minta segera diangkat PNS, karena uang kami sudah disetor. Dan uang kami segera dikembalikan,” ungkap seorang korban penipuan yang minta identitasnya dirahasiakan kepada MCWNews.com.

Sementara itu Oknum Pejabat Kemenag Kabupaten Magelang, KDFH yang kini keberadaannya terlacak dan telah menjabat Kepala Kementerian Agama Kabupaten Batang saat MCWNews.com menyambangi kantornya untuk mengkonfirmasi atas kasus tersebut, saat itu hanya diterima stafnya yang menjelaskan jika atasannya sedang Dinas luar.

"Bapak sedang Dinas diluar, pulang kantornya pun gak mesti. Nanti saya sampaikan beliau, ditulis nomor telponnya aja. Nanti ta kabari," ujar stafnya.


Kemudian awak media juga mencoba lagi menghubungi Telpon Kantor Kemenag Kabupaten Batang, hanya diterima seorang staf bernama Indri yang juga menjelaskan, jika atasannya sedang melakukan tugas diluar. "Ya nanti saya sampaikan ke Beliau, karena ini baru monitoring dilapangan mas," ujarnya, Senin (2/4/18).

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, puluhan CPNS yang berasal dari Honorer Kategori 2 (K2) diduga telah membayar ke oknum Pejabat Kemenag Kabupaten Magelang sebesar Rp 37 juta hingga Rp 100 juta setiap orangnya.

Dana tersebut kabarnya mengalir kepada Oknum di Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah berinisial MRFH, namun saat dikonfirmasi dikantornya di Jalan Sisingamangaraja Semarang (Selasa,3/4) justru pihak Kanwil Kemenag Jateng tidak mengenal nama tersebut.
(timmcwnews)


Selasa, 03 April 2018 | 20:13 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+