Diduga Masih Tersangkut Korupsi, Sri Supriyati Tetap Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kendal

Jumat, 13 April 2018 | 06:52 WITA

Diduga Masih Tersangkut Korupsi, Sri Supriyati Tetap Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kendal

Rapat paripurna pengangkatan Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) Sri Supriyati yang menggantikan koleganya Gunawan yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu

MCWNews.com - KENDAL | Rapat paripurna pengangkatan Anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) Sri Supriyati yang menggantikan koleganya Gunawan yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Supriyati diduga hingga saat ini masih tersangkut kasus korupsi.

Saat dikonfirmasi Ketua KPUD Kendal, Wahidin menjelaskan tidak ada masalah atas pelantikan anggota DPRD Kendal yang tersangkut korupsi. 

"Yang tidak boleh, apabila sudah ada putusan tetap dari Pengadilan. Dan saya malah baru tahu kalau Dia tersangkut dugaan korupsi," ujar Wahidin, Kamis (12/14/18). Kemudian Wahidin menegaskan, jika pihaknya dalam hal ini hanya memberikan nama anggota dewan yang akan dilantik sesuai data caleg yang ada ke Dewan. 

"Kami tidak punya otoritas atas kasus hukumnya, kami hanya formal legalnya aja mas," kata Wahidin. Sementara itu Anggota DPRD Kendal yang baru dilantik Sri Supriyati saat dikonfirmasi Media ini, justru terkesan menghindar dari kejaran media.

"Ya nanti, ini masih ngantar tamu mas," ujar Supriatin sambil tergesa meninggalkan para wartawan. Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, diketahui Surpiatin saat menjabat Direktur Keuangan di Perusda Kendal diduga terlibat dugaan Korupsi Penyertaan Modal BUMD Perusda Aneka Usaha Tahun 2004-2011, dikabarnya telah ditetapkan tersangka pada 24 Juni 2013 bersama 2 (dua) Direktur lainnya oleh Kejaksaan Negeri Kendal.

Namun hingga kini kasus tersebut nyaris tak terdengar dan Supriatin pun kini dapat melenggang ke Kursi Parlemen Kendal.

Padahal kasus tersebut menelan uang Rakyat mencapai Rp 3 Miliar yang digunakan untuk membangun rice mill Rp 800 juta, bangun Unit Bengkel Rp 200 juta dan Operasional 3 (tiga) usaha Rp 600 juta serta didepositokan Rp 1 Miliar.

Kemudian dari hasil Audit Tahun 2008, justru dana yang tersimpan hanya dikisaran Rp 650 juta dan itupun diduga masih diragukan kebenarannya. 

(timmcwnews)


Jumat, 13 April 2018 06:52


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+