Ketua DPRD Kendal Akan Kawal Para Korban Tol Sampai ke Jakarta

Selasa, 01 Mei 2018 | 16:02 WITA

Ketua DPRD Kendal Akan Kawal Para Korban Tol Sampai ke Jakarta

Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono beserta Para Korban Jalan Tol Kendal

MCWNews.com - KENDAL | Ketua DPRD Kendal Prapto Utono rencananya akan mengawal para Korban Penggusuran Proyek Jalan Tol Batang - Semarang ke Jakarta.

"Kami dan beberapa Fraksi di Dewan besok tanggal 2 Mei 2018 akan kawal perjuangan mereka menemui DPR RI dan kementerian terkait di Jakarta, intinya kami perjuangkan nasib mereka sampai berhasil," ungkap Prapto kepada MCWNews.com, Senin (30/4/18).

Dan Prapto juga mengklaim bahwa pihaknya selama ini belum pernah diajak berunding oleh pihak panitia pembebasan lahan tol yang melintasi daerahnya, namun ketika ada permasalahan justru kami yang menjadi tumpuan mereka. "Besok memang kami harus ketemu dengan berbagai pihak terkait pemangku kepentingan jalan tol di Jakarta, agar kami juga dapat lebih permasalahannya untuk memperjuangkan nasib rakyat kami," imbuhnya.

Sementara itu hingga saat ini, para korban jalan tol Batang-Semarang masih bertahan terus menginap di Tenda yang didirikan di halaman Gedung DPRD Kendal. 

Padahal awalnya mereka hanya akan melakukan aksi menginap di Dewan hingga Selasa (01/05/18).

Namun karena tuntutan mereka belum terpenuhi, akhirnya mereka masih bertahan di tenda yang terbuka ini. Dan disamping Rombongan Dewan Kendal, mereka  pun besok Rabu (02/05/18) rencananya mengutus 4 (empat) orang temannya untuk menemui Komisi V DPR RI di Jakarta. 

Abdul Gofur (32), salah satu warga Nolokerto, Kaliwungu, yang rumahnya terkena dampak pembangunan jalan Tol Semarang- Batang, mengatakan,

Sesampainya di DPR RI nanti, utusannya akan menyampaikan tuntutannya yaitu seperti, ukuran tanah, ukuran lahan pekarangan, lahan usaha, dan pengukuran ulang lahan mereka. 

“Pokoknya saya dan warga yang lain akan tetap di sini, sebelum tuntutan kami dipenuhi,” kata Gofur, Selasa (01/05/18).

Menurut Gofur, dirinya dan warga yang lain melakukan aksi mendirikan tenda terbuka ini, semata- mata mempertahankan haknya, karena uang ganti rugi yang diberikan pihak pengembang jalan tol Batang- Semarang masih rendah. 

“Uang ganti rugi Rp 428 ribu permeter itu kami nilai masih belum cukup. Karena tanah di desa kami sekarang permeternya sudah diatas Rp 500 ribu. Jika uang ganti rugi yang sekarang sudah dititipkan di Kantor Pengadilan Negeri Kendal saya ambil, saya kawatir nanti tidak cukup kami belikan lahan pengganti,”ujar Gofur. 

Untuk itu, sebelum tuntutan mereka belum dipenuhi, mereka akan melakukan aksi ini hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Kemudian selama ini di lokasi Aksi para Korban Jalan Tol di Gedung Dewan selalu dijaga pihak Kepolisian siang malam secara bergantian, bahkan pihak DPRD Kendal pun menjamin kebutuhan makan minum mereka setiap harinya. "Selama menginap di Dewan, kami sediakan makan minum serta fasilitas lainnya, semoga aja mereka segera dipenuhi tuntutannya oleh Panitianya," pungkas Prapto. 

(timmcwnews)


Selasa, 01 Mei 2018 16:02


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+