Keluarga Wabup Tator Desak Penyidik Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik

Jumat, 04 Mei 2018 | 10:05 WITA

Keluarga Wabup Tator Desak Penyidik Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik

Keluarga Besar Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara saat Konfrensi Pers bersama awak media di Makale, Kamis (3/5/2018)

MCWNews.com - MAKALE | Suara Keras Keluarga Besar Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, mendesak Polres Tana Toraja agar segera menuntaskan kasus pencemaran nama baik keluarganya yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Djuli Mambaya sejak Tahun 2017 lalu dan sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

Simon Batara yang merupakan keluarga dari Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Makale, Kamis (3/5/2018) menyatakan mendesak Kapolres AKBP. Julianto P Sirait dan Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan agar segera menuntaskan kasus yang merugikan keluarga kami," ucap Simon.

Keluarga mendesak pernyataan Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan saat bertemu di ruang pertemuan Mapolres Tana Toraja Kamis, 26 April 2018 lalu untuk segera menyelesaikan kasus ini dan menunggu sepulangnya Kapolres dari Makassar, 

pihaknya akan melakukan gelar perkara dan segera melimpahkan berkasnya ke penutut umum.

"Untuk itu kami dari keluarga Besar Victor Datuan Batara meminta Kepastian hukum kepada Polres Tana Toraja karena pak Victor Datuan Batara adalah Pejabat Negara yang memliki kewibawaan," kata Simon Batara.

Keluarga merasa resah karena keluarga bertanya di Polres Tator mereka tidak bisa menjawab kapan Kasus Djuli Mambaya (DJM) dilimpahkan ke Kejaksaan, jelasnya.

Sementara Koordinator Front Masyarakat Toraja Bersatu Peduli Keadilan (FMTBK) Gamal Mangesa meminta Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Tana Toraja segera menuntaskan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial, yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Djuli Membaya (DJM) terhadap Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.

Kami dari Keluarga besar dan masyarakat tidak akan segan-segan menurunkan lagi massa dalam jumlah yang lebih banyak lagi untuk melakukan pressure kepada Polres Tana Toraja apabila kasus ini tidak segera dituntaskan.

"Massa merupakan pilihan terakhir jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh kepolisian. “Kita tidak mau merepotkan polisi dengan menurunkan massa, tapi kalau dibutuhkan dan polisi dalam hal ini penyidik masih main-main dengan kasus ini, kita akan turunkan massa lebih besar lagi,” tegas Gamal.

Hal yang sama disampaikan penasehat hukum, Frans Lading, SH bahwa untuk kasus Wakil Bupati Tana Toraja akan terus berjalan dan tidak bisa di hentikan. Kasus ini tinggal melengkapi berkas dan kalau sudah lengkap kita minta penyidik untuk segera melimpahkan kasus DJM ke Kejaksaan Negeri Makale.

Dengan terpisah, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait, menyatakan bahwa penyidik tidak menghentikan kasus ini. “Prosesnya tetap jalan, tidak berhenti, kita sidik terus dan penyidik masih terus bekerja,” tegas Kapolres usai bertemu dengan pelapor Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara bersama penasehat hukumnya, Rabu, 2 Mei 2018.

(Henokh)


Jumat, 04 Mei 2018 10:05


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+