Sekda Akan Copot Kasek Yang Terlibat Pungli

Rabu, 09 Mei 2018 | 17:30 WITA

Sekda Akan Copot Kasek Yang Terlibat Pungli

Suasana Rakor Anti Korupsi di Pendopo Kabupaten Kendal.

MCWNews.com - KENDAL | Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Kendal, M. Toha menegaskan pihaknya tak segan-segan akan mencopot Kepala Sekolah dan guru yang terlibat pungli di Kendal , Karena Korupsi dan pungutan liar (Pungli) harus diberantas secara bersama-sama dan serius.

Oleh karenanya perlu dibutuhkan komitmen dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan pungutan liar tersebut secara tegas, tepadu, efektif, efisien dan mampu menimbulkan efek jera pada pelaku. 

Hal tersebut dikatakan Sekda Kendal Moh Toha, saat mebuka acara Rapat Koordinasi Strategis dan Aktual dengan tema “Pencegahan Korupsi dan Sosialisasi TP4D Tim Pengawal dan Pembangunan Daerah" yang di gelar Kesbangpol Kendal di Pendopo Pemkab, Selasa (8/5/18).

"Jangan ada korupsi dan Pungli di Kendal. Dan jangan pernah bebani orang tua anak didik  dalam mendapatkan ilmu di sekolah terkait dana.

Jika masih ditemukan ada sekolah yang melakukan pungutan liar, segera ditindaklanjuti dan konsekuensinya adalah pencopotan jabatan kepala sekolah atau guru yang melakukan pungutan liar tersebut," ujarnya.

Toha juga membenarkan, jika korupsi masih merupakan permasalahan yang serius di Indonesia, karena korupsi sudah menyebar di segala bidang dan sektor kehidupan masyarakat. Korupsi merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan hak ekonomi merusak sistem hukum dan menghambat jalannya pemerintahan yang bersih dan demokratis.

Dikatakan, masalah tindak pidana korupsi di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini sangatlah tepat sebagai upaya refleksi dan mengingatkan kepada semuanya agar dalam bekerja mengemban amanah harus ekstra hati-hati dan jangan sampai terjerumus dan terjerat pada tindakan pidana korupsi. 

"Saya apresiasi pelaksanaan Rakor ini. Semoga dapat memberikan perhatian dan komitmen bersama untuk saling bergandeng tangan secara bersama-sama mencegah praktek-praktek yang bermuara pada tindakan korupsi di lingkungan kantor, sekolah, puskesmas, serta kemudian dapat mensosialisasikannya di lingkunganya tentang  anti korupsi dan bahaya serta hukuman bagi yang melakukan tindakan korupsi," imbuhnya.

Lebih lanjut, M Toha meminta, agar aparatur pemerintahan berhati-hati dalam menggunakan dana (alokasi anggaran) yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan baik bersumber dari APBN atau APBD. Sebagai aparatur pemerintah harus mengetahui aturan-aturan yang ada, jangan sampai secara sengaja maupun tidak sengaja menjadi terindikasi melakukan tindak pidana korupsi. 

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, Rapat Koordinasi Strategis dan Aktual tentang Pencegahan Korupsi dan Sosialisasi TP4D Tim Pengawal dan Pembangunan Daerah ini dilakukan atas dasar Impres No 7 tahun 2015, tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dan Permendagri No 12 tahun 2016 tentang Kewaspadaan Diri di Daerah serta peraturan lainnya. 

Menurut Feri, tujuan dari Rapat Koordinasi ini, tak lain untuk menyemangati visi/misi dan persepsi dalam rangka pencegahan korupsi di Kabupaten Kendal. 

"Ini sebagai bentuk pembinaan bagi aparatur negara untuk tidak ragu-ragu melibatkan kejaksaan  dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang ada. Kejaksaan mendampingi sehingga semua pelaksanaan dari perencanaan, pelaksanaan sampai pemanfaatkan hasilnya bisa terlaksana dengan baik dan tidak terjadi pelanggaran yang terkait dengan permasalah hukum," kata Feri. Sebelumnya Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono pernah mengungkapkan bahwa anggaran untuk Saber Pungli sudah disediakan cukup besar di APBD Kendal. "Jadi kami telah mendukung serius pemberantasan pungli dengan anggaran di APBD," ungkapnya.

Dalam pantauan Media ini, kegiatan ini juga dihadiri para narasumber dari Kejari Kendal, Polres Kendal Kodim 0715/ Kendal dan Sekda Kendal yang juga diikuti Pimpinan OPD, Kepala Bagian di lingkungan Sekda Kendal, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala UPTD Pendidikan, Kepala SMP Negeri dan Kepala Desa se Kabupaten Kendal. 

(Lendra)


Rabu, 09 Mei 2018 17:30


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+