Kisruh Pilkada Sumut 2018 AMARA PEDAS Demo Kantor KPUD Sumut

Selasa, 03 Juli 2018 | 08:28 WITA

Kisruh Pilkada Sumut 2018 AMARA PEDAS Demo Kantor KPUD Sumut

Suasana demonstrasi di Kantor KPUD Sumut, Kemarin.

MCWNews.com - MEDAN | Banyaknya keluhan atas persoalan yang terjadi ditengah masyarakat dan kalangan mahasiswa tentang Pilkada 2018, ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Demokrasi (AMARA PEDAS) melakukan aksi unjuk rasa di kantor KPU Provinsi Sumatera Utara pada Senin (02/07/2018) sekira pukul 12.00 Wib.

KPUD Provinsi Sumut telah usai menggelar pesta demokrasi dalam pemilihan kepala daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota pada Rabu 27/06/2018 lalu, namun dalam pelaksanaannya diduga banyak sekali persoalan persoalan yang terjadi di lapangan yang dialami oleh para calon pemilih.

Permasalahan yang muncul di masyarakat pada pilkada 2018 di Sumut dari mulai persoalan administrasi sebelum pelaksanaan pemilu hingga persoalan tehnis yang terjadi saat hari H pelaksanaan pemilihan di TPS.

Korlap (Kordinator Lapangan) aksi, Karter Sitanggang dalam orasinya menyampaikan pesta demokrasi yang menelan dana yang sangat besar, menyisakan banyak sekali keluhan dari masyarakat tentang persoalan yang mereka alami dalam pilkada kali ini. Ada keluhan daftar DPT (Daftar Pemilih Tetap), ada masalah C6, ada masalah sulitnya mengurus formulir A5 (pindah TPS).

Ditambahkannya, ada juga keluhan tidak diakomodir sama sekali mendaftar dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) padahal memiliki E-KTP dan tidak sedikit keluhan dari pemilih pemula seperti pelajar dan mahasiswa yang berusia mulai 17 - 21 tahun tentang hak pilih perdana mereka.

Diduga ada sekira satu juta lebih masyarakat Sumatera Utara kehilangan hak politiknya untuk memilih, diduga ada ketidakbecusan kinerja KPU dalam menggelar pilkada Sumatera Utara 2018. “Apakah dalam proses pemutahiran data ada kesalahan hingga selisih 1 juta lebih, atau ada unsur kesengajaan menghilangkan data dalam pemutahiran DPT tersebut ? “, tanya Karter Sitanggang heran.

Diungkapkannya, bahwa pada pilkada 2013 angka kehadiran pemilih di TPS tidak lebih dari 40% mengacu pada jumlah DPT 10 jutaan. Pada tahun 2018 ini diperkirakan angka kehadiran pemilih mencapai 60% lebih mengacu pada jumlah DPT 9 jutaan. Artinya ada kenaikan angka kehadiran pemilih yang sangat fantastis (sekira 20%). Ini merupakan fenomena positif, dimana masyarakat mulai sadar akan pentingnya untuk memilih.

Banyaknya persoalan persoalan yang timbul, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Demokrasi (AMARA PEDAS) menyimpulkan bahwa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018 - 2023 mengalami cacat demokrasi.

Dalam permasalahan tersebut, AMARA PEDAS menuntut KPUD Sumut untuk :
-. Memberi jawaban tentang pemutahiran jumlah DPT Pilkada Sumut 2018 yang mengalami penurunan drastis dari sekira 10.295.013 orang pada tahun 2013 menjadi 9.052.529 pada tahun 2018.
-. Mengakomodir atau mengembalikan hak politik masyarakat Sumut untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018.
-. Memberi tindakan tegas kepada PPK dan /atau PPS yang serta merta dengan sengaja telah membunuh hak politik masyarakat.

AMARA PEDAS dalam melakukan aksinya tepat didepan pintu masuk kantor KPUD Provinsi Sumatera Utara, tidak disambut oleh Ketua KPUD Provinsi Sumatera Utara. Menurut informasi yang disampaikan oleh Pasaribu selaku petugas tehnik di kantor KPUD bahwa tidak satupun dari lima orang KPUD berada di tempat. Ada yang mengikuti ujian, ada yang mengikuti persidangan dan hanya satu orang yang di Medan namun Itupun tidak menjumpai pendemo. Ini menjadi pertanyaan besar.

Mahasiswa dan Masyarakat yang melakukan aksinya sampai sekira pukul 16.00 WIB, akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali lagi pada Selasa (03/07/2018) sampai Ketua KPUD Provinsi Sumatera Utara memberikan jawaban terhadap permasalahan yang timbul di Pilgubsu & Wagubsu 2018. Mereka berjanji akan mengerahkan mahasiswa dan masyarakat dalam aksi berikutnya dengan jumlah massa yang lebih besar lagi.

(Edward)


Selasa, 03 Juli 2018 08:28


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+