Pengadaan Barang Jasa RS Ketilang Semarang Diduga Tanpa Proses Lelang

Rabu, 04 Juli 2018 | 19:51 WITA

Pengadaan Barang Jasa RS Ketilang Semarang Diduga Tanpa Proses Lelang

Gedung Rumah Sakit KRMT Semarang

MCWNews.com - SEMARANG | Proyek pengadaan barang dan jasa senilai Miliaran rupiah di Rumah Sakit KRMT, Wongsonegoro, Ketilang, Kota Semarang, Jawa Tengah diduga tanpa melalui proses lelang sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku. Hal ini bertentangan dengan Perpres Nomor : 70 / 2012 Proyek yang nilainya di atas Rp 200 juta harus melalui lelang umum.

Berdasarkan info sebagaimana terungkap berupa
Proyek pengadaan Videotron Rp 600 juta, Proyek Pengadaan Kelengkapan Pasien Rp 400' juta dan Proyek Pengadaan Spare Part Komputer Rp 300 Juta di RSUD tersebut  yang diduga masih dikerjakan oleh rekanan CV. SINWA.

Menurut Sekretaris Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, Rahmat Da’wah, jika Proyek tersebut
tidak dilelangkan, maka bisa diindikasikan korupsi, apalagi nilainya mencapai miliaran rupiah. “Prinsipnya setiap Uang Negara harus jelas pertanggungjawabannya, termasuk proses penganggaran dan penggunaannya," ujarnya Rabu, (4/7/2018).

Sementara itu Direktur RSUD. KRMT Wongsonegoro, Susi saat di konfirmasi di kantornya enggan memberikan penjelasan , justru melimpahkan kebawahannya yang tidak faham proyek tersebut.
"Kalau bisa saya jawab akan saya jawab, kalau tidak akan saya antar ke yang menangani proyek tersebut Mas,"  Staf Umum RSUD Ketileng, Rahmad di kantornya, Rabu (4/7/2018).


Selanjutnya, Jirjis Kepala bidang yang menangani proyek videotron saat di konfirmasi mengatakan, kalau proyek videotron di batalkan. "Proyek videotron memang dulu di rencanakan tapi di batalkan, karena tidak di perbolehkan Rumah Sakit memasang iklan" ujarnya.

Kemudian saat di singgung masalah proyek pengadaan komputer Jirjis, justru melimpahkan lagi ke Aris yang juga selaku stafnya.

“Proyek pengadaan spart part komputer, memang tidak lelang mas, karena pembelian disesuaikan dengan kebutuhan dan itu termasuk pemeliharaan jadi bisa setahun tidak sampai 300 juta,"  katanya.

Aris juga menjelaskan yang lebih paham terkait dengan proses lelang adalah bagian ULP.

Sedangkan pihak ULP Rumah sakit KRMT Wongsonegoro Ketileng, Puji saat di konfirmasi mengatakan jika di rumah sakit ada anggaran dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di mana anggaran ini yang bisa menentukan pelelangan mulai harga diatas Rp. 500 juta. “Di bawah Rp. 500 juta bisa langsung penunjukan, tidak perlu dilelang, sesuai dengan PERWAL no. 2b/2011. Tanggal 14 januari 2011,” pungkasnya.

(timmcwnews)


Rabu, 04 Juli 2018 | 19:51 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+