Bupati Tambrauw Tegaskan Tak Pernah berikan Izin Kepada Perusahan Kelapa Sawit

Sabtu, 01 September 2018 | 16:16 WITA

Bupati Tambrauw Tegaskan Tak Pernah berikan Izin Kepada Perusahan Kelapa Sawit

Bupati Tambrauw Gabriel Asem

MCWNews.com - TAMBRAUW | Bupati Kabupaten  Tambrauw Gabriel Asem menegaskan Pemerintah Daerah tidak pernah mengeluarkan ijin perkebunan Kelapa Sawit masuk ke Kabupaten Tambrauw namun yang di ijinkan hanya ijin komoditi jangka pendek seperti perkebunan jagung tapi dengan status percobaan selama tiga tahun.

“Kami tidak pernah mengijinkan Kelapa Sawit masuk ke Tambrauw karena itu nantinya akan merusak lingkungan untuk anak cucu kami ke depan dan untuk perkebunan jagung itu juga hanya ujicoba selama 36 bulan dan ijin itu sampai tanggal 11 November 2018 Besok berakhir," tegas Gabriel saat di temui awak media MCWNews.com, dikediamanya jalan pendidikan Kota Sorong, Jumat (31/08/2018).

Gabriel Asem juga mengatakan, perlu di ketahui untuk ijin perkebunan jagung milik PT. BAPP (Bintuni Agro Prima Perkasa) tersebut awalnya di keluarkan oleh Bupati Manokwari pada tahun 2007 dan ijin tersebut di restui Oleh Gubernur Papau Barat untuk di jadikan Ijin Kelapa Sawit, lalundi usulkan ke Kementrian Kehutanan dan keluarlah Ijin sawit tersebut dengan lahan seluas 19.366.077 hektar.

Ijin perkebunan jagung itu yang keluarkan Bupati Manokwari pada tahun 2007 dan di setujui oleg Gubernur menjadi lahan Sawit laluh di usulkan ke Kementrian Kehutanan dengan lahan 19 hektar tersebut.

"Saya merasa 19 ribu hektar tersebut sangat luas mereka mengambil alih lahan Masyarakat Tambrauw yang nantinya bisa di manfaatkan oleh masyarakat sebagai nilai ekonomi masyarakat. menurutnya, sebenarnya lahan yang realnya itu hanya sekitar 200 hektar saja," tambahnya.

Menurut Gabriel, Rekomendasi yang di keluarkan Pemda Kabupaten Tambrauw juga tidak sepihak, karna sebelumnya ada kesepakatan melalui Surat Pesetujuan dari pemilik Hak Ulayat, Tokoh Masyarakat dan Kepala Suku maka kami Pemda bisa mengeluarkan rekomendasinya.

Sebelumnya, Aksi penyegelan pabrik jagung milik PT. BAPP (Bintuni Agro Prima Perkasa) di lakukan Oleh Masyarakat pemilik Hak Ulayat bersama LMA, DPRPB, MRPB, PGGP dan Sinode GKI di Tanah Papua di Kampung Arumi Distrik Kebar Timur. Pada hari Kamis (30/8) sore sekitar pukul 15.00 Wit.

(Charles)


Sabtu, 01 September 2018 16:16


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+