LSM Soroti Dugaan Pengerusakan Hutan Lindung Di Torut

Sabtu, 15 September 2018 | 12:26 WITA

LSM Soroti Dugaan Pengerusakan Hutan Lindung Di Torut

Penyadapan Getah Pohon Pinus di 3 Kecamatan yakni Kec. Rantebua, Nanggala dan Buntao Kab.Toraja Utara yang di lakukan oleh dua Perusahaan

MCWNews.com - RANTEPAO | Dugaan pengrusakan hutan di kawasan hutan lindung tiga Kecamatan di Toraja Utara, akibat penyalahgunaan penyadapan getah pohon pinus membuat beberapa pihak termasuk 5 LSM yang menyoroti UPT Dinas Kehutanan.

Salah satu Pemerhati Lingkungan, Paris menyayangkan pengelolaan usaha getah pohon pinus oleh perusahaan didalangi oknum UPT Dinas Kehutanan tanpa sepengetahuan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara.

"Lahan pohon pinus di area hutan lindung dikelola beberapa perusahaan, izinnya tidak sesuai aturan sehingga mematikan tegakan bantaknya pohon," ucap Paris.

Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan KPH Saddang II Toraja Utara, Ghazali D Ichsan saat di hubungi MCWNews.com beberapa kali melalui selulernya tidak aktif.

Menurut salah satu LSM Pemerhati lingkungan bahwa kerusakan pohon pinus kebanyakan disebabkan bekas kebakaran dan penebangan liar yang tidak di ketahui siapa pelaku yang melakukan. Yang jelas perhatian dari UPT Saddang II Toraja Utara tidak ada. Sekarang di temukan lagi penyadapan getah pinus di 3 Kecamatan.

Diakui Gazali beberapa waktu yang lalu bahwa memang ada penyadapan getah pohon pinus dari dua perusahaan dan memiliki izin dari Provinsi yang diberi waktu dalam jangka satu tahun,"

"Ada dua perusahaan yang melakukan penyadapan getah pinus yakni PT Adiwitra Vinus Utama dari Gowa dan PT Excellence Forest International dari Jawa yang melakukan penyadapan di Kecamatan Rantebua, Nanggala, dan Buntao," ujar Ghazali Kamis tanggal 6 September 2018 lalu.

Ketua LSM LPRI Toraja, Rasyid M mengatakan bahwa penyadapan Getah Pinus yang oleh dua perusahaan ini di lakukan sejak Tahun 2015 sampai sekarang. Sementara UPT Saddang II Toraja Utara jarang melakukan pengawasan hutan bahkan tidak maksimal.

Ditambahkan Rasyid selaku pemerhati lingkungan bahwa kami ada 5 LSM akan menjadwalkan turun lapangan untuk memantau di kawasan hutan dimana dilakukan penyadapan getah pinus. Dan apabila ada oknum UPT Saddang II Toraja Utara ikut bermain, kami tidak akan segan-segan melaporkan kepada aparat hukum.

"Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam hal Bupati dan Wakil Bupati untuk tegas mengawasi hutan lindung di daerahnya. Karena Hutan Lindung di Toraja Utara semakin mengkhawatirkan, selain penyadapan Getah pinus yang bisa mematikan pohonnya juga marak penebangan pohon pinus. Jadi kami ada 5 LSM akan masuk Hutan," pungkasnya.
(Henokh)


Sabtu, 15 September 2018 12:26


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+