Tipikor Polda PB Lanjutkan Penyelidikan Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM

Senin, 01 Oktober 2018 | 20:07 WITA

Tipikor Polda PB Lanjutkan Penyelidikan Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM

Kanit Tipikor Polda Papua Barat Tommy Pantororing, SH

MCWNews.com - SORONG | Terkait dengan kasus dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi yang melibatkan salah satu pengusaha BBM di Kota Sorong. Kanit Tipikor Polda Papua Barat Tommy Pantororing, SH dalam jumpa persnya mengatakan bahwa kasus tersebut telah dinaikan dari tingkat penyelidikan ke Penyidikan.

"Jadi kasus ini awalnya kami melakukan penyelidikan dan setelah kami laporkan ke Pimpinan Polda Papua Barat. Maka sudah ditingkatkan ke proses Penyidikan, jadi kalau sudah di tingkatkan ke Penyidikan berarti kita sudah sidik," kata Tommy kepada wartawan di Polres Sorong Kota, Senin (1/10/2018).

Tommy menanmbahkan jika kasus tersebut sudah disidik maka berarti sudah ada laporan polisi, proses penyelidikan dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) sudah diberikan kepada Kejaksaan. Dan langkah-langkah selanjutnya adalah mencari data-data barang bukti dan tersangka.

Terkait dengan dugaan kasus korupsi, ia menjelaskan bahwa sebenarnya BBM Subsidi tersebut diperuntukkan untuk para nelayan kemudian PT. Alam Indah Utama Mandiri mendapatkan ijin untuk Operasional SPDN sebagai lembaga penyalur BBM Subsidi  seperti Solar dan BBM Penugasan seperti Premium atau bensin.

Untuk pelayanan operasional harus mendapatkan ijin dari Pertamina dan untuk mendapatkan ijin tersebut harus memenuhui persyaratan. Dan persyaratan tersebut yaitu harus mencantumkan nama nelayan yang mempunyai hak, mengingat ini uang negara karena BBM Subsidi

"Dari hasil penyelidikan kami, hanya untuk mendapatkan ijin operasional saja sudah memanipulasi data. Diantaranya adalah ada data orang mati dan juga ada kapal-kapal yang rusak. Tetapi masih tetap saja di gunakan untuk mendapatkan ijin operasional," ungkap Tommy.

Ia juga mengungkapkan dari Kuota yang ada beberapa bulan kemudian ditambah lagi kuotanya oleh Pertamina. Dari data yang ada, BBM tersebut kemudian seolah-olah di jual lagi kepada para nalayan yang ada sesuai dengan data yang telah di manipulasi tadi. Ternyata dari data tersebut yang berhak adalah hampir sebagian besar nelayan yang berasal dari pulau-pulau.

Namun faktanya adalah BBM tersebut di jual kepada para Pengusaha kapal dan bukan kepada para nelayan.

Tommy berharap bagi nelayan jangan khawatir karena untuk mendapatkan BBM Subsidi tersebut, maka pihaknya ingin membantu para nelayan yang berhak menerima BBM Subsidi dari Pemerintah. Para nelayan akan dipanggil untuk kepentingan penyelidikan karena mereka adalah warga negara Indonesia yang berhak untuk membantu proses penyelidikan ini agar tetap berjalan.

(Deo)


Senin, 01 Oktober 2018 20:07


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+