Penuhi Kebutuhan Dokter Saat PON XX, Pemprov Papua Gandeng UGM dan Unair

Selasa, 06 November 2018 | 15:47 WITA

Penuhi Kebutuhan Dokter Saat PON XX, Pemprov Papua Gandeng UGM dan Unair

Pemprov Papua Gandeng Dokter dari UGM dan Unair

MCWNews.com - JAYAPURA | Untuk menunjang suksesi pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020 bidang pelayanan kesehatan,  Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua berwacana akan bekerjasama dengan Universitas di Indonesia penyedia tenaga Dokter spesialis, Selasa (6/11/2018).

Hal ini dilakukan menyusul Provinsi Papua dinilai masih minim tenaga dokter spesialis untuk menunjang cabang olahraga di lima klaster penyelenggara PON di Papua, yakni Kabupaten dan Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Biak, Jayawijaya dan Merauke.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai,M.Kes kepada awak media di Abepura Jayapura mengatakan, wacana tersebut menjadi opsi lain setelah saat kordinasi terakhir nantinya tenaga kesehatan dan dokter spesialis  belum cukup membackup semua klasterisasi pelaksanaan PON.

"Tiap cabang olahraga harus ada dokter spesialis, semisal karate, jadi dokter spesialis ortopedi ada standby di sana. Jadi jika hasil koordinasi nantinya kurang ya itu opsi kita. Namun itu perlu biaya mahal," kata Aloysius.

Universitas yang akan menjadi pertimbangan adalah Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga. Aloysius menyebut akan memanfaatkan program wajib kerja dokter spesialis untuk diperbantukan menunjang PON Papua.

"Lewat Kementerian termasuk IDI, dan Universitas tersebut kita membuat MoU, jadi pada program tersebut mereka bisa disini sampai PON selesai," katanya.

Selain tenaga dokter spesialis, yang menjadi penekanan juga ahli gizi. Aloysius mengatakan Jika makan dan minum para atlet dan official merupakan tanggung jawab bidang gizi. Dan hal ini perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait semisal Balai POM Papua. 

"Semua intinya untuk bidang kesehatan harus kita jamin. Makanan dan minuman para Atlet dan official harus higienis. Sampling makanan atau minuman mereka harus diuji terlebih dahulu," katanya.

Sementara, untuk meningkatkan kesiapan tenaga medis yang dilibatkan pada pada PON XX Papua, pihaknya berencana akan melakukan studi banding ke Sumatera Selatan. Hal ini dilakukan menyusul Sumatera Selatan dinilai adalah provinsi yang sukse dalam menyelenggarakan PON dan ivent besar, utamanya hal backup pelayanan kesehatan.
(Ed)


Selasa, 06 November 2018 15:47


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+