Polda Papua Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Koroway

Rabu, 07 November 2018 | 07:05 WITA

Polda Papua Usut Tuntas Tambang Emas Ilegal Koroway

MCWNews.com - JAYAPURA | Polisi Polda Papua intensif melakukan penyelidikan terkait kasus tambang emas ilegal diwilayah suku Koroway Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua.

Kasus yang ditangani oleh Subdit Tipiter Dit (Direktorat) Reskrim Sus Polda Papua ini telah menetapkan seorang tersangka yakni MT alias Ungke (54). Tak sampai disitu, pihak penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi, sedikitnya 25 orang turut diperiksa dalam kasus ini.
Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol.Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan jika dalam Minggu ini akan segera dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Jakarta.

"Saksi adalah orang yang ahli dalam bidang Pertambangan, dan jika sudah selesai, maka penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara atau Tahap I ke Kejaksaan Tinggi Papua," katanya. 

Kamal menyebut, tersangka  MT alias Ungke (54) sempat mencoba melarikan diri saat akan digelandang polisi. Sebelumnya tim gabungan dari Dit Reskrim Sus Polda Papua bersama anggota Sat Reskrim Polres Boven Digoel telah berkoordinasi dengan tersangka untuk turun dari lokasi tambang di Kali Deram Kampung Kawe Distrik Awinbon Kabupaten Pegunungan Bintang ke Kabupaten Boven Digoel tetapi tersangka malah turun ke Kabupaten Yahukimo dengan menggunakan Heli carteran sehingga tim gabungan menyusul ke Kabupaten Yahukimo untuk mengamankan tersangka.

"Ternyata tersangka kabur dengan menggunakan speed dari Kabupaten Yahukimo ke Kabupaten Asmat. Sehingga tim melakukan koordinasi dengan Sat Reskrim Polres Asmat untuk mengetahui keberadaan tersangka dan saat ini telah berhasil diamankan di Polda Papua," terang Kamal.

Tersangka diketahui sejak bulan November 2017 sampai dengan bulan Oktober 2018 telah melakukan kegiatan penambangan emas di kali Deram Kampung Kawe distrik Awimbon Kabupaten Pegununhan Bintang tanpa memiliki Ijin Usaha Pertambangan dari pemerintah Gubernur Papua (vide UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemda dan surat Edaran nomor : 04.E/30/DJB/2015). 

Kegiatan penambangan tersebut dilakukan secara illegal, karena di lokasi tersebut belum memiliki Ijin Usaha Pertambangan dan belum ada Penetapan Wilayah Pertambangan dari Pemerintah dan belum ditetapkan sebagai Wilayah Ijin Usaha Pertambangan untuk dapat melakukan kegiatan penambangan di lokasi tersebut.

Perbuatan yang dilakukan oleh tersangka  dan PT. Lintas Intan Jaya dapat dikategorikan telah melakukan tindak pidana di bidang Pertambangan yaitu Melakukan pengangkutan Mineral dan Batubara yang bukan dari pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan atau melakukan kegiatan penambangan tanpa IUP (Izin Usaha Pertambangan) sebagaimana dimaksud dalam pasal 161 Jo Pasal 48 dan atau Pasal 158 Jo pasal 48 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).


Sementara barang bukti yang turut diamankan oleh penyidik dari tanggal 18 Oktober hingga tanggal 30 Oktober 2018 meliputi, satu unit Pesawat jenis helicopter tipe Bell 206 L4 PK-CDP warna putih, satu unit Pesawat jenis helicopter tipe Bell 407 PK-CDA warna hitam, 8 unit mesin Alkon WL 30 XN, 5 buah Skop, 6 buah Linggis, Kabel antene putih ukuran 2 cm x 2,5 cm panjang 100 Meter, 1 Roll selang terpal 2”, 1 unit mesin diesel, 1 unit dynamo, 1 dos barang campuran, 1 ujung selang spiral 4”, 5 ujung selang spiral 3”, 2 roll selang benang 1”, 2 lembar terpal cap gajah 7 m x 6 m, 1  lembar terpal cap gajah 2 m x 3 m, 8 buah dandang, 13 wajan, 1 dos jaring, 9 mata Jet 2,5”, 12 shock cabang, 1 roll karpet, 2 dos isi 20 Pasang sepatu boots, 1 unit mobil Minibus toyota Calya 1.2 G warna Merah dengan Nomor Polisi : PA 1572 V, dengan nomor rangka MHKA6GK6JHJ015463 dan nomor mesin 3NRH078069 bersama surat-surat kendaraan, Uang sebesar Rp. 99.900.000, 00 dalam pecahan Rp. 100.000, 1 buah ATM BRI dengan No. 5221 8450 2465 4931, 1 buah buku tabungan BRI Britama dengan nomor rekening 3809-01-006899-50-1 an. Maharun Tarimakase, 1 unit Handphone merek Oppo tipe F.9 warna Ungu, 1 unit Hanphone merek Samsung tipe Note 8 warna hitam, Uang sebesar Rp. 5.000.000, pecahan uang Rp. 50.000.

Penyidik juga menyita barang bukti berupa emas yanh diduga hasil penambanhan diwilayah  itu. Meliputi emas berbentuk gelang seberat 3 gram, emas berbentuk Kalung seberat 15 gram, emas berbentuk Kalung seberat 7,7 gram, emas berbentuk Batangan ukuran kecil seberat  57,1 gram, dan emas berbentuk Liontin (mata kalung) seberat 16,8 gram.

Selain itu, barang bukti yang diamankan berupa berkas-berkas perusahan tersangka, yakni 1 bundle Fotocopy Profil perusahaan PT. Lintas Intan Jaya, 1 bundle Fotocopy kontrak Air Craft Charter Agreement antara PT. Carpediem Aviasi MANDIRI dan PT. Lintas Intan Jaya tanggal 02 Juli 2018 yang ditandatangani Direktur Pemasaran PT. Carpediem Aviasi Mandiri dan Direktur PT. Lintas Intan Jaya.

"Polisi telah menyita dan memasang Police Line 3 unit Heli jenis Bell di tempat kejadian perkara. Sementara masih terus dilakukan, dan secepatnya akan segera dilimpahkan ke kejaksaan," pungkas Kamal.
(Ed)


Rabu, 07 November 2018 07:05


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+