Ondopolo Yanto : Perayaan 1 Desember Tak Perlu Dilakukan

Sabtu, 01 Desember 2018 | 03:35 WITA

Ondopolo Yanto : Perayaan 1 Desember Tak Perlu Dilakukan

Ondofolo Yanto

MCWNews.com - JAYAPURA | Tokoh adat Sentani sekaligus Keluarga almarhum pejuang kemerdekaan Papua Theys Hiyo Eluay menyebut perayaan 1 Desember sebagai hari Papua Merdeka tidak perlu dilakukan.

Yanto Khomlay Eluay ondofolo Igwa - Igwa Sentani, sekaligus pewaris Keondofoloan dari almarhum sang ayah, mengaku saat ini lebih penting mengevaluasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang sudah 17 tahun berjalan namun masih jauh dari keberhasilan. Dia tidak sepakat dengan kelompok-kelompok yang terus memanfaatkan isu Papua Merdeka. Semisal Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan ULMWP (United Liberal Movement for West Papua).

"Saya tidak sepakat dengan kelompok -kelompok ini. Lebih baik kita gunakan waktu untuk mengevaluasi Otsus daripada kita menyibukkan diri dengan hal yang tidak bermanfaat untuk rakyat,"tegasnya.

Ondofolo Yanto meminta untuk seluruh masyarakat Papua tidak termakan provokasi yang menyesatkan. Baiknya, fokus dengan capaian Otsus yang dinilai tidak menyentuh akar rumput. Ditegaskan, Keluarga besar Almarhum Ondofolo Theys Hiyo Eluay pada 10 November lalu telah berikrar mendukung NKRI. Dan dengan segala daya akan berupaya mensejahterakan rakyat Papua selalu pimpinan adat tertinggi.

"Kenapa kita tidak berfikir Otsus harus diaudit. Ini Otsus adalah hasil perjuangan tokoh Papua termasuk almarhum orang tua kami, yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat Papua, utamanya pendidikan, namun sampai hari ini, saudara kita dipedalaman masih jauh Kesejahteraannya. Lalu dana yang besar Pemerintah pusat kucurkan dipakai apa saja, ini yang harus kita evakuasi," tegasnya.

Dikatakan, Papua sudah resmi dan diakui PBB telah terintegrasi kedalam NKRI, melalui Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat,red) 1969. Sehingga hasil perjuangan pendahulu itu, Papua terlambat menikmati pembangunan dalam segala hal dibanding wilayah Indonesia yang lain. Oleh karena itu Otsus diberikan oleh pemerintah pusat kepada Papua 25 tahun.

"Tujuan Otsus itu untuk mengejar ketertinggalan Papua. Rentang antara 1945 Indonesia merdeka dan Pepera 1969 sebagai awal bergabungnya Indonesia. Dan atas itu Papua diberikanlah keistimewaan melalui Otsus itu selama 25 tahun. Dan ini menyisakan 4 tahun lagi," ungkapnya.

Andofolo Yanto mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak berkoar kegagalan Otsus. Otsus gagal bukan karena Pusat atau pihak lain. Namun karena orang Papua sendiri yang tidak mampu mempergunakan dana itu dengan baik. Sehingga tujuan awal yang sangat positif tersebut menjadi tidak berdampak yang lebih bagi kesejahteraan rakyat. Utamanya seperti yang dirumuskan sejak awal adalah perbaikan pendidikan.

"Makanya coba tanya ke DPR Papua, dan dinas Pendidikan, dengan dana Otsus itu lantas apa yang telah dilakukan di daerah. Apakah sudah terbangun sekolah yang memadai, atau universitas malah, atau saran pendidikan lain. Ini yang harus dijawab. Sama halnya juga dengan kesehatan, apakah dengan dana itu sudah bisa meningkatkan angka kesehatan rakyat Papua," katanya.

Oleh karena itu, dirinya sebagai Tokoh Adat tertinggj di wilayah Kabupaten Jayapura dan selalu pewaris Keondofoloan Sentani, meminta masyarakat tidak turut dalam aksi 1 Desember.

(Ed)


Sabtu, 01 Desember 2018 03:35


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+