Tokoh Masyarakat Katakan Kemerdekaan Papua Tak Akan Terwujud, Jika...

Minggu, 02 Desember 2018 | 08:59 WITA

Tokoh Masyarakat Katakan Kemerdekaan Papua Tak Akan Terwujud, Jika...

Pdt Catto Maury

MCWNews.com - JAYAPURA | Keinginan untuk Papua memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan bisa terwujud jika rakyat Papua tidak takut akan Tuhan.

Hal ini dikatakan pendeta Catto Maury saat menghadiri Focus Group Discution bersama Perhimpunan Advokasi Kebijakan Dan Hak Asasi Manusia (PAK HAM) Papua di Abepura, Jayapura, Sabtu (1/12/2018).

"Sekarang bicara Papua Merdeka, tapi bagaimana akan terwujud jika tidak takut akan Tuhan. Masih tidak ingat anak istri dirumah. Sebelum jadi pejabat istri dirumah banting tulang jual kangkung, begini sudah jadi malah lupa istri, selingkuh. Ini yang sulit. Bagaimana tanah ini mau diberkati kalau begini,"kata pendeta Maury.

Lanjut dia geram, banyak masyarakat Papua termasuk pejabatnya yang tidak memahami hal ini baik. Keberkatan Tuhan terhadap tanah Papua tidak akan ada jika manusianya tidak dekat dengan-Nya.
"Orang Papua harus bangkit dari keterpurukan, harus bangkit imannya dulu. Persoalan keinginan Merdeka atau lainnya itu terlalu kecil bagi Tuhan, tapi itu semua tidak akan dikabulkan jika imam kita tidak ada. Berdoa di Gereja keluar sudah lupa,"ucapnya.

Lain lagi kata dia, pejabat Papua masih sulit untuk menerima aspirasi orang Papua. Menurutnya, banyak orang Papua yang ingin ketemu dengan pejabat Papua semisal di DPR Papua namun tidak ada dikantor. 

"Saya dulu pernah menjadi staf ahli salah satu anggota DPR. Pejabat DPR Papua itu pintu tutup, orang mau ketemu susah, untuk transport saja susah, baru bagaimana bicara merdeka, ini contoh kecil saja," ucapnya.

Andai saja, sambung dia, tiap pejabat orang asli Papua bisa menerima orang Papua yang datang. Membantu kesusahannya. Maka tidak akan ada kesusahan. Aspirasi merdeka lantaran kesusahan yang dibuat oleh orang Papua sendiri. 

"Kalau kita bisa jujur, jika semua ini aman , mau bicara Papua merdeka buat apa,"ucapnya.

Menurutnya, rakyat Papua yang berkoar Papua Merdeka adalah yang mengalami diskriminasi ekonomi, yang tidak dapat pelayanan yang baik oleh pejabat Papua yang telah hidup nyaman.

"Yang bicara Papua merdeka itu ade-ade Mahasiswa dan orang yang susah kebawah. Kepala dinas, kepala bagian dan lainnya itu mana ada. Mobil parkir ada rakyat datang langsung tutup pintu jendela. Macam tidak baku (saling) kenal, padahal saat cari suara kita yang berjuang," ucapnya 

"Orang Papua tipu Papua itu masih sangat kental. Jadi berjuang dan berjuang kalau tidak beriman tidak akan terjadi. Mukjizat itu tidak akan datang," sambungnya.

Dikatakannya, terkait kemerdekaan Papua jika tanpa seijin Tuhan maka hal itu tidak akan terwujud, jika dari hal kecil saja tidak bisa disikapi baik.

"kalau ada orang KNPB (Komite Nasional Papua Barat) saya juga mau bilang. Jangan mimpi disiang bolong, kalau dari hal sepele saja kita tidak beres. Sudah Tuhan sampaikan dalam firman-Nya di Alkitab. Untuk apa merdeka terus mati masuk neraka,"tegasnya.

Dalam ilmu ekonomi dikatakan kebutuhan manusia ada tiga, yakni Primer, Sekunder dan Tertier. Keinginan akan merdeka adalah kebutuhan Tertier, sementara kebutuhan skunder adalah keinginan masuk Surga. 

"Jangan kemudian diputar balik. Jangan ada perselingkuhan, jangan saudara datang macam tidak kenal, harus dibantu. Jangan perempuan lain datang baru begini begini, saudara sendiri tidak," katanya geram.

Dirinya berharap masyarakat Papua bertaubat dan kembali beriman kepada Tuhan. Agar kedamaian yang diimpi-imikan bisa terwujud.

"Hakikatnya adalah hidup damai. Mati masuk surga, selesai, yang lain itu bonus," katanya.

Fokus Group Discution (FGD) yang digelar pihak PAK HAM Papua dan DPR Papua bertujuan untuk membahas persoalan politik yang terjadi di Papua, termasuk agenda 1 Desember yang sering diwarnai bentrok dengan aparat. Termasuk agenda hari ini, beberapa masa aksi longmarch Papua Merdeka harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah aksinya dinilai adalah aksi sparatis ingin memisahkan diri dari NKRI.
(Ed)


Minggu, 02 Desember 2018 08:59


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+