Amnesti Internasional Minta Aktivis KNPB Dibebaskan

Jumat, 18 Januari 2019 | 15:06 WITA

Amnesti Internasional Minta Aktivis KNPB Dibebaskan

Ketua DPC PERADI Papua, Dr. Anton Raharusun, SH,. MH

MCWNews.com - JAYAPURA | Penangkapan tiga orang aktivis dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) oleh pihak keamanan Polres Mimika yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pasal ‘Makar’menuai protes dari  Organisasi Amnesti Internasional Indonesia di Jakarta. Jumat (18/1/2019).

Melalui release yang dimuat beberapa media di Papua, sikap aparat dengan mengenakan pasala Makar dinilai tidak tepat, pasalnya penangkapan yang bermula atas kegiatan Doa yang diselenggarakan kelompok ini di sekretariat KNPB Timika di Mimika ini dianggap dilakukan dengan damai tanpa ada kekerasan. Atas dasar inipun, pihak Amnesti Internasional Indonesia menuding aparat melanggar HAM dan meminta pihak Kepolisian menghentikan proses hukum kepada ketiga aktivis, yakni YA, SA, dan Ed.

Atas hal ini, praktisi hukum Papua sekaligus ketua DPC Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Papua Anton Raharusun menilai pihak kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan sesuai amanat perundang-undangan.

Penahanan dilakukan terhadap seseorang jika dikhawatirkan seseorang tersebut melakukan tindakan menghilangkan barang bukti, ingin melarikan diri, dan akan mengulangi perbuatan tindak pidana.

 “Saya melihat urgensi penahan itu juga memang dimungkinkan untuk kepolisian. Sebab kewenangan. Itu dimungkinkan kepolisian untuk melakukan penahan, yakni kewenangan yang subjektivitas. Sehingga itu bagi saya silakan saja. Masalah ada pihak yang meminta untuk dilepaskan, maka kewenangan polisi untuk melakukan itu,” kata Anton Raharusun, di salah satu kafe di Kota Jayapura.

Meskipun begitu, Anton Raharusun pihaknya meminta semua pihak dan aparat keamanan lebih bijak melihat aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Sebab, tidak semua aspirasi yang disampaikan para aktivis langsung dituding melakukan tindakan makar.

“Kita harus membangun bangsa ini lebih bermartabat dengan mengedepankan prinsip-prinsip yang dibangun bangsa ini. Kita tidak ingin aspirasi-aspirasi yang disampikan ini, dibungkam dan dipenjara. Lalu mereka dianggap mereka sebagai perlawanan terhadap negeri.” Ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa penahanan terhadap aktivis tidak serta merta dalam  menghilangkan ide untuk berekspresi tapi itu justru akan meluapkan idiologi pada setiap saat disampaikan atau pada setiap kesempatan.

Sementara, pihak kepolisian Resort Mimika melalui Kapolres Mimika AKBP. Agung Marlianto menyebut pengenaan pasal  kepada ketiga tersangka sudah benar adanya. Pihaknya menegaskan jika tidak akan mengabulkan permintaan Amnesti Internasional Indonesia untuk membebaskan ketiga aktivis KNPB yang telah menjadi tersangka tersebut. Hal ini pun juga ditegaskan Kapolda Papua, Irjen Polisi Martuani Sormin. Untuk diketahui, ketiga tersangka saat ini sudah ditahan di Rutan Mapolda Papua untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

(Ed)


Jumat, 18 Januari 2019 15:06


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+