Nasabah Berharap Bos KJM Divonis Berat

Sabtu, 02 Februari 2019 | 09:10 WITA

Nasabah Berharap Bos KJM Divonis Berat

Pengurus KJM Jateng didampingi Pengacaranya di Semarang

MCWNews.com - SEMARANG | Pasca dituntutnya terdakwa HS selaku Bos Koperasi Jateng Mandiri (KJM) selama 13 Tahun penjara dan denda sebesar Rp 20 Miliar oleh Pengadilan Negeri Semarang beberapa waktu lalu. 

Kini kasusnya semakin bergulir dan berdampak, karena Para Pengurus KJM hasil Rapat Anggota Luar Biasa justru meminta agar HS dihukum seadil-adilnya sesuai amal perbuatannya. Dan Para Pengurus KJM mengaku merasa telah menjadi korban atas ulah mantan bosnya tersebut.

"Kami dalam kasus ini telah menjadi Korban atas ulah HS, sehingga telah mencemaskan Kami semua," ungkap Mulyono selaku Pengawas KJM. Jum'at, (1/2/2019). 

Tak hanya itu, Mulyono juga selama Menjadi Pengawas di Koperasi Jateng Mandiri mensinyalir adanya dugaan penyelewengan atas dana yang dihimpun dari Para Nasabah untuk  kepentingan Bisnis Pribadi Mantan Bosnya.

"Dana yang terkumpul dari Nasabah KJM jumlahnya mencapai Rp 328 Miliar, tapi mekanisme aliran dana kreditnya justru tersalur ke perusahaan HS. Mestinya kalau koperasi itu untuk kesejahteraan Anggotanya," tandasnya. 

Selanjutnya Mulyono juga meminta agar Kasus ini harus diusut tuntas agar semua Nasabah KJM yang jumlahnya 1200 an Orang yang telah menyetor dananya untuk bisa dikembalikan.

"Sekarang sudah ditahan dan dituntut di Pengadilan, makanya berharap dana Nasabah yang telah dihimpunnya agar segera bisa dikembalikan. Bukan justru Kami yang jadi korban atas kelakuannya," pungkasnya. 

Sementara itu Pihak Pengacara HS, dalam Pembelaannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Kamis, (31/1/2019), justru meminta Majlis Hakim agar membebaskan terdakwa dan juga merehabilitasi nama baiknya," Karena terdakwa dalam persidangan ini dituntut undang-undang Perbankan, padahal KJM itu lembaga koperasi yang menghimpun dan mengelola dana nasabahnya  sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi," ungkapnya dalam pembelaannya. 

Namun Pengacara Para Korban KJM, Ariesoesanto, SH membantah alasan pihak Pengacara terdakwa," 
"Ya itu boleh-boleh saja berargumen, tapi perlu diketahui bahwa kasus ini sudah masuk pengadilan, karena pelaksanaan pengelolaan dananya tidak sesuai peraturan Koperasi Makanya yang digunakan undang-undang Perbankan, ini melibatkan ribuan orang dengan dana yang besar," ujarnya. 

Selanjutnya Ariesoesanto juga menegaskan bahwa Kasus ini ranahnya Pidana, maka yang harus bertanggungjawab pelakunya," Tidak bisa pertanggungjawabannya dibebankan kepada pihak lain, yang harus dihukum pelakunya," tandasnya. 

Sebagaimana diberitakan di Media ini, Kasus dugaan Investasi Bodong yang berkedok Koperasi Jateng Mandiri (KJM)'di Jawa Tengah ini telah bergulir sejak 2 (dua)'Tahun lalu.

Karena beberapa Korban Nasabahnya yang menyimpan dana Miliaran rupiah di Lembaga Koperasi ini saat menarik dananya tak kunjung dikembalikan. Persidangan Kasus yang melibatkan ribuan nasabah KJM ini akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda pembacaan Putusan Majelis Hakim. (timmcwnews)


Sabtu, 02 Februari 2019 09:10


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+