Anggota DPR dan Pejabat PU Pegunungan Arfak Jadi Tersangka Suap

Kamis, 07 Februari 2019 | 22:25 WITA

Anggota DPR dan Pejabat PU Pegunungan Arfak Jadi Tersangka Suap

MCWNews.com - JAKARTA | Usai menemukan bukti yang cukup Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait dugaan korupsi usulan dana perimbangan daerah untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan tersangka pertama yang ditetapkan adalah anggota DPR Fraksi PAN Sukiman. Sukiman ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Satu tersangka lainnya yakni Natan Pasomba, Pelaksana Tugas dan Pejabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

"Ditemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ke tingkat penyidikan, menetapkan dua tersangka," kata Saut di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Ia menerangkan, NPA diduga memberi uang kepada SKM dengan tujuan mendapatkan alokasi dana perimbangan pada APBNP 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Saut menyebut Sukiman menerima Rp 2,65 miliar dan 22 ribu dolar AS. 

Sukiman dijerat melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Adapun Natan dijerat melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Penyelidikan perkara ini dilakukan sejak November 2018," demikian kata Saut didampingi Juru bicara KPK Febri Diansyah.

Perkara ini merupakan pengembangan yang dilakukan KPK terhadap perkara sebelumnya melalui operasi tangkap tangan (OTT). Dalam perkara sebelumnya itu, KPK menjerat Amin Santono, Eka Kamaluddin, Yaya Purnomo, dan Ahmad Ghiast.(timmcwnews)


Kamis, 07 Februari 2019 22:25


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+