Salam Dua Jari Wakil Walikota Berujung Bawaslu

Sabtu, 09 Februari 2019 | 17:59 WITA

Salam Dua Jari Wakil Walikota Berujung Bawaslu

Wakil Walikota Jayapura saat berpose salam dua jari

MCWNews.com - JAYAPURA | Wakil Wali Kota Jayapura, H. Rustan Saru memenuhi panggilan Bawaslu Kota Jayapura terkait salam dua jari yang diduga identik dengan salahsalah satu pasangan calon Presiden dan wakil Presiden dalam Pilpres 2019. Jumat (7/2/2019).

Kedatangan Ruatan Saru guna mengklarifikasi beredarnya foto dirinya bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Fachruddin Pasolo dan beberapa orang sedang melakukan salam dua jari. Foto inipun kemudian dilaporkan oleh seseorang warga yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kota Jayapura.

Wakil Walikota Jayapura, H. Rustan Saru kepada awak medi selepas melakukan klarifikasi tertutup bersama Bawaslu Kota Jayapura, mengaku jika salam dua jari pada foto tersebut adalah salam literasi.

"Jadi itu tidak benar, itu salam literasi, jadi dua jari tapi membentuk hurif 'L', bukan terus seperti dukungan politik,"kata dia.

Malahan kata dia, awalnya saat sesi foto itu dirinya berpose dengan tangan mengepal, namun kemudian oleh para guru dan praktisi pendidikan yang hadir dalam acara forum ramah anak di Sekolah Hikmah Yapis Dok V Jayapura 19 Januari 2019 itu, meminta dirinya untuk berpose dua jari membentuk huruf 'L'.

"Jadi saya fikir tidak ada masalah denhan foto dan pose saya, jangan dikaitkan dengan politik,"ucapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Rinto Pakpahan mengatakan pihaknya harus melakukan klarifikasi atas foto yang dilaporkan warga tersebut.

"Beliau sudah menjelaskan ke kami mengenai pose dua jari itu, yang dikatakan bahwa itu salam literasi yang mau mengajak siswa untuk membaca dan menulis karena pada saat itu berada di Sekolah Hikmah Yapis Jayapura," kata Rinto Pakpahan.

Menurut dia, ketika itu juga dilakukan peluncuran sekolah ramah anak di SMP Hikmah Yapis Dok V Jayapura. Selain itu, di tempat itu juga Wakil Wali Kota lebih mengajak siswa dan para guru menjaga sekolah ramah anak.

"Jadi waktu itu, tidak ada ajakan sama sekali, ?seruan atau memberikan tanda kepada salah satu pasangan calon," ujarnya.

Meski begitu, setelah mendengar langsung alasan Wakil Walikota Jayapura tersebut, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa guru yang turut dalam foto itu.

"Nanti kita akan panggil guru -guru yang ada dalam foto itu. Nanti setelah ada keterangan lain kita akan plenokan untuk memutuskan apakah ini pelanggaran atau bukan,"jelasnya.

(Ed)


Sabtu, 09 Februari 2019 17:59


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+