Pasca Aksi Save Lukas Enembe, Akademisi Papua : Lawan Oknumnya, Jangan Lawan KPK

Kamis, 14 Februari 2019 | 18:06 WITA

Pasca Aksi Save Lukas Enembe, Akademisi Papua : Lawan Oknumnya, Jangan Lawan KPK

MCWNews.com - JAYAPURA | Tokoh akademisi Universitas Cenderawasih Marinus Yaung menolak dengan tegas aksi damai ribuan warga Papua atas tudingan diskriminasi KPK terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, Rabu (13/2/2019) kemarin siang.

Ditulis di laman media sosialnya, lelaki yang juga vokal atas berbagai kasus sosial dan politik Papua ini menulis jika tidak sepatutnya masa pendemo menuding KPK melakukan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dan Pemprov Papua.

"Kami anak - anak muda dan mahasiswa generasi 98, kami demo berdarah menumbangkan rezim korup orde baru 21 Mei 1998 dan melahirkan lembaga KPK, Tapi hari ini (kemarin, red) saya dengar anak - anak muda Papua dikomandoi organisasi Pemuda Indonesia bernama besar KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia,red), melakukan aksi demo besar - besar melawan KPK karena dugaan adanya kriminalisasi oleh KPK. Selama ini KPK yang sering dikriminalisasi oleh para koruptor bersama kaki tangannya," kata Marinus dalam tulisannya.

Menurut dia, tudingan masa pendemo tersebut salah kaprah.

"Jadi logika terbalik kalau berpikir sebaliknya. Sebagai angkatan yang ikut melahirkan KPK di Indonesia, lembaga anti rasuah yang lahir diatas darah puluhan orang anak - anak muda teman - teman kami," tegasnya.

Sehingga, dirinya menolak dengan tegas demo yang dilakukan KNPI tersebut. Marinus dengan nada tegas dan penulisan kalimat huruf kapital, menolak demo kemarin tersebut.

"Saya MENOLAK DENGAN TEGAS AKSI DEMO KNPI Papua hari ini (kemarin, red) !!!" tegasnya lagi.

"Lawan oknumnya, jangan lawan lembaga KPK !" pungkasnya.

Postingan Marinus Yaung


Atas postingan yang dimuat kemarin malam pada pukul 22.09 WIT tersebut, Marinus dibanjiri komentar, banyak yang sependapat dan beberapa menolak pendapat sang dosen.

Salah satu komentar yang bernada mendukung adalah john maury. Dia menyebut aksi demo kemarin tidak tepat mengatasnamakan orang Papua.

"Yg demo.tu cm satu kelompok jd jgn pakai nama besar Papua bikin malu semua org Papua...demo itu digerakkan pakai uang..kalau tarada uang MANA ADA YG MO DEMO..", ucapnya.

Lebih lanjut lagi dalam komentarnya, Maury menyebut jika masa aksi bela Gubernur adalah masa bayaran.

"Marinus Yaung, dijkt dorang baru terima uang 40 juta baku bagi baru dong ada bubar...bikin malu pejabat negara..tp msh merenge2 minta dibelain..jd pemimpin itu hrs gentle..klu salah..koreksi .diri bukan cari pembelaan..ingat TDK ada org Papua yg demo dukung LE.itu hanya kelompok sukunya saja", pungkasnya.

(timmcwnews/Ed)


Kamis, 14 Februari 2019 18:06


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+