Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Di Malut

Rabu, 20 Februari 2019 | 21:18 WITA

Pembangunan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Di Malut

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara Fasri Bachmid, ST., MSP

MCWNews - TERNATE | Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup manusia. 

Program pembangunan infrastruktur permukiman dilakukan sistem terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan sesuai dengan rencana tata ruang. Pemerintah Kabupaten/Kota adalah aktor utama dalam program ini, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara Fasri Bachmid, ST., MSP, mengatakan pembangunan infrastruktur bidang keciptakaryaan sangat diperlukan bagi masyarakat di daerah khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Dengan adanya BPPW Maluku Utara ini Fasri berharap setiap perencanaan yang akan dilaksanakan bisa berkaitan dan saling mendukung.

"Jika sebelumnya kita berjalan sendiri-sendiri, dengan adanya Balai ini keterpaduan antar sektor bisa berjalan bersama - sama, Dengan kondisi ini, harapan keterpaduan itu semakin besar," kata Fasri saat ditemui MCW News di ruang kerjanya di Ternate, Kamis, (14/2/2019).

Ia mengungkapkan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memberitahukan keberadaan balai prasarana permukiman ini kepada seluruh elemen masyarakat khususnya pemerintah daerah setempat. Dengan tujuan nanti usulan dari pemerintah daerah maupun dari masyarakat bisa diakomodir.

Diketahui, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku Utara ini baru dibentuk pada bulan Februari 2019 lalu. Yang merupakan penggabungan dari satuan kerja di bawah direktorat jenderal cipta karya yakni satuan kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM), Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Penyehatan (PSPLP), dan Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL).

Meski begitu, tambah Fasri, hal ini tidak merubah program yang telah disiapkan oleh setiap satker.

Terkait program pihaknya tetap lanjutkan dengan program yang telah direncanakan pada tahun lalu, seperti pembangunan jalan khususnya jalan lingkungan selain jalan nasional. Lalu, pada sektor sarana pendidikan BPPW Maluku Utara akan mengusulkan sedikitnya 52 bangunan sekolah. Selain untuk kawasan strategis yakni pengembangan KSPN Morotai.

"Kita sedang menyusun sarana prasarana pendidikan ternyata cukup banyak kondisi sekolah kita yang alami kerusakan berat, yang menjadi prioritas kita ada 52 bangunan sekolah, Kita punya Kawasan strategis yaitu KSPN Morotai yang sudah kita siapkan untuk digarap tahun ini," imbuhnya.

Fasri menegaskan, Beberapa program yang telah dan tetap dilakukan diantaranya Program Nasional Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), program padat karya, Program Pamsimas, serta beberapa program strategis lainnya.

"Kami berharap dengan adanya Balai Prasarana Pemukiman ini, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman dalam skala perdesaan, serta meningkatkan kualitas permukiman perdesaan dan bisa menjadi besar dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.(Adv)


Rabu, 20 Februari 2019 21:18


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+