Kasau Terima Alat Persenjataan Peninggalan Operasi Serigala 1961

Senin, 25 Februari 2019 | 10:38 WITA

Kasau Terima Alat Persenjataan Peninggalan Operasi Serigala 1961

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, menerima 1 pucuk senjata lengkap dengan magazen dan satu buah sangkur, tiga kotak amunisi serta parasut peninggalan Tentatara

MCWNews.com - TEMINABUAN | Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, menerima 1 pucuk senjata lengkap dengan magazen dan satu buah sangkur, tiga kotak amunisi serta parasut peninggalan Tentatara

Pasukan Gerak Tjepat TNI AU (PGT)  dari masyarakat Wersar Kabupaten

Sorong Selatan (Sorsel).saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah

Operasi Serigala Korpaskhas TNI AU di Teminabuan pekan lalu.

Peninggalan peralatan perang ini diserahkan langsung oleh warga kampung Wersar atas nama Yokbet Konjol dan Robert Konjol  yang

menyimpan peralatan perang milik PGT TNI AU pada operasi serigala pada

tahun 1961 di Teminabuan.

Senjata dan perlengkapan perang ini menjadi bukti sejarah Bahwa PGT

TNI AU telah melaksanakan misi operasi Serigala pembebasan Irian

barat kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

pada tanggal 19 Mei 1962.

Saat menerima senjatan dan perlengkapan lainya Kasau Yuyu Sutisna menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

masyarakat Werisar dan Teminabuan yang turut membantu para PGT, atau

saat ini dikenal Korpaskhas TNI-AU dalam upaya pembebasan wilayah

Papua kembali ke NKRI.

"Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerelaan dan keiklasan warga

Sorong Selatan, yaitu kepada ibu Yokbet dan bapak Robert yang telah

menyerahkan satu pucuk senjata G3 lengkap dengan magasen dan

sangkurnya yang sudah cukup dimakan usia," ungkapnya.

Dirinya menambahkan lewat penyerahan tersebut benar-benar membuktikan

bahwa senjata ini dipergunakan dalam Operasi Serigala pada tahun 1962.

Disampaikan pula bahwa senjata tersebut akan disimpan dengan baik di

Museum Pusat Dirgantara di Yogyakarta. Hal ini sebagai bukti

perjuangan Korpaskhas khususnya  dalam rangka merebut Irian Barat akan

terkenang dan tercatat di Museum Pusat Dirgantara sampai kapan pun.

"Saya akan rawat supaya tidak terus dimakan usia, sehingga bisa terus

dikenang oleh generasi muda. TNI-AU sudah membangun museum, untuk

memberikan pembelajaran kepada generasi muda yang menggambarkan awal

mula berdirinya TNI-AU sampai dengan sekarang," jelasnya .

Saat ini kami telah mengoleksi 50 lebih pesawat dan sudah membuat

museum engine, dan kami juga sedang membuat museum komunikasi dan

elektrika.selanjutnya kami juga akan membuat museum senjata, sehingga

senjata yang diserahkan ini  akan kami letakan di museum

Muspusdirla,” pungkasnya

Inilah bukti sejarah yang sangat baik untuk kita semua kenangkan yaitu

operasi Serigala pembebasan Irian barat yang dilakukan oleh PGT

TNI-AU yang melibatkan 81 Anggota TNI AU PGT dengan  melakukan

penerbangan dari Ambon yang diterjunkan  melalui pasukan payung di

wilayah kampung wersar Teminbuan. (*)


Senin, 25 Februari 2019 10:38


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+