Esau Yaung Sayangkan Pernyataan Jubir BPN Faldo Maldini

Kamis, 14 Maret 2019 | 13:14 WITA

Esau Yaung Sayangkan Pernyataan Jubir BPN Faldo Maldini

MCWNews.com - JAYAPURA | Pernyataan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini yang mempersilakan mereka yang menghendaki Referendum untuk Papua diperjuangkan melalui jalur politik menuai protes dari Calon Legislatif DPR Papua Esau N. Yaung, Kamis (13/3/2019).

Esau begitu disapa, yang merupakan anak asli Papua kelahiran Sarmai Distrik Namblong Kabupaten Jayapura ini menilai pernyataan Faldo Maldini tersebut tidak mempengaruhi kecintaan rakyat Papua terhadap Presiden Jokowi.

"Yang jelas rakyat Papua sudah sangat cinta dengan sosok Jokowi, Beliau adalah satu-satunya Presiden yang kehadirannya sangat memperhatikan rakyat Papua, jadi mau isu apapun Jokowi tetap dihati," Kata Esau yang maju DPR Papua melalui Partai Perindo ini.

Menurut Esau, bahwa lemahnya kekuatan politik di DPR RI dan DPR Papua menjadi bagian penyebab tidak tuntasnya implementasi otonomi khusus di tanah Papua. Dia mencontohkan berbagai produk Undang-undang tentang lahan dan hutan yang tidak sejalan dengan amanat undang-undang Otsus harusnya menjadi perhatian DPR RI terutama urusan Tanah Papua dan DPR Provinsi. 

"Misalnya UU Penataan ruang, UU kehutanaan dimana kedua Undang-Undang tersebut menurut saya, masih mengabaikan keberadaan hak orang asli Papua dalam kontes Khusus," katanya.

Tambahnya, tidak ada yang kekhususan dalam Rencana Tata ruang Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten di Papua maupun Papua Barat, begitu juga tentang Hak pengelolaan hutan bagi Orang Papua. Bahkan sampai sekarang belum ada hutan masyarakat adat Papua yang diakui.

Esau yang merupakan alumni Universitas Papua ini dan juga Aktivis Permerhati hutan dan Ruang Hidup masyarakat Papua ini melihat beberapa kasus pelanggaran HAM terjadi erat kaitannya dengan berbagai Investasi penggunaan lahan dan hutan menggunakan kedua UU diatas, yang memicuh terjadinya pelanggaran HAM di Tanah Papua.

"Orang Papua tahu pada masa kepemimpinan siapa, dan menteri-mentri siapa yang kemudian izin-izin skala besar itu dikeluarkan," tegasnya.

Sehingga, dirinya meminta Faldo Maldini harus mengerti dan paham betul dengan kasus-kasus dan runutannya yang ada di Papua, termasuk situasi pelanggaran HAM yang terjadi. Ditegaskan orang Papua tidak akan berpindah kelain hati, tetap Jokowi.

"Inikan ibarat hidup dimana, pas musim matoa, datang ke kampung mengaku ngaku anak kampung dan punya pohon matoa, padahal bukan siap-siap dan tidak tau apa-apa. Masalah Referendum itu sudah lama, dan bukan disini saja, daerah lain juga sempat bicara ini," ucapnya.

Dia meminta warga Papua untuk tidak terprovokasi akan jualan politik yang hanya ingin mencari dukungan. Warga Papua harus lebih jeli dan teliti atas pilihan pemimpin yang terbaik.

(Ed)


Kamis, 14 Maret 2019 13:14


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+