Ada Ratusan Difabel Terancam Tak Bisa Ikut Nyoblos

Minggu, 07 April 2019 | 07:49 WITA

Ada Ratusan Difabel Terancam Tak Bisa Ikut Nyoblos

MCWNews.com - JAYAPURA | Ratusan warga Kota Jayapura penyandang Disabelitas terancam tidak bisa memilih dalam Pemilu serentak 17 April mendatang, Sabtu (6/4/2019). 

Hal ini terjadi akibat tidak terdaftarnya mereka dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Jayapura.

Ketua Persatuan Penyandang Disabelitas Indonesia (PPDI) Kota Jayapura sekaligus Ketua Pusat Pemilu Akses (PPA) Provinsi Papua Robby Nyong mengakui data saat ini sekitar 700 lebih warga penyandang Disabelitas di Kota Jayapura, dan yang terdaftar pada DPT hanya 162 orang.

"Data yang kami dapatkan dari KPU Kota Jayapura itu saja yang terdaftar,  padahal di Kota Jayapura itu cukup banyak, kurang lebih 700-an itu, dan ini masih sementara pendataan lagi,"kata Robby.

Diungkapkan, jika data DPT bagi kaum Disabelitas Kota Jayapura tersebut merupakan data lama, dan urung ada pembaruan pada Pemilu serentak 17 April mendatang itu.

"Kami harap pihak penyelenggara KPU bisa profesional lagi lah, berkoordinasi dengan Dukcapil untuk data DPT, sayang kalau teman-teman ini tidak terdata,"ucapnya.

Padahal kata dia, sesuai Undang-undang yang berlaku, penyandang Disabelitas juga memiliki hak yang sama untuk bisa memilih pada Pemilu.

"Jujur saja semua mempunyai hak yang sama, jangan sampai Disabelitas itu didiskriminasi, padahal sesuai undang-undang negara dan pemerintah itu wajib diakomodir,"katanya.

Dikatakan lagi, dari 700 lebih warga penyandang Disabelitas tersebut, sebagian besar telah melakukan perekaman E-KTP, namun masih banyak juga yang tidak tersentuh.

"Kondisi ini tentu disayangkan, kalau bisa kedepan jangan seperti ini lagi,"ucapnya.

Menyoal alat peraga kampanye, Robby juga mengakui jika masih belum ada tamplate khusus bagi kaum Disabelitas. Bahkan untuk surat suara belum ada yang khusus untuk kaum Disabel.

"Belum ada, dan kami harap segera mengupayakan templet, supaya sosialisasi kepada kaum Disabelitas bisa diadakan dan membantu mereka. Tambah lagi surat suara tidak ada yang huruf braile.  Untuk Kota Jayapura belum ada, dan ini sangat disayangkan,"ungkapnya.

Komisioner Bawaslu Kota Jayapura, Rinto Pakpahan turut menyayangkan kondisi tersebut. Rinto akan berkoordinasi dengan pihak KPU Kota Jayapura untuk mengakomodir para penyandang Disabelitas ini.

"Kita akan berkoordinasi dengan KPU agar mereka dimasukkan dalam pemilih khusus, sehingga diatas jam 12 keatas mereka diprioritaskan untuk memilih,"kata Rinto.

Diakuinya, harusnya juga para warga penyandang Disabel memiliki TPS tersendi saat pencoblosan.  Hal ini tentu sifatnya hanya untuk memudahkan akses ke TPS.

"Kalau disini (Jayapura, red) biasa Merek berkumpul di SLSB Kotaraja,  ini harusnya bisa digunakan, karena aksesnya gampang," pungkasnya.


(Ed)


Minggu, 07 April 2019 07:49


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+