Terdakwa Kasus Mading Nilai Kesaksian Rubianto Palsu

Selasa, 09 April 2019 | 07:24 WITA

Terdakwa Kasus Mading Nilai Kesaksian Rubianto Palsu

Suasana Persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, (8/4/2019)

MCWNews.com - SEMARANG | Terdakwa kasus korupsi majalah dinding elektronik, mantan kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono menilai kesaksian yang disampaikan Anggota DPRD Kendal, Rubiyanto dianggap bohong. Hal ini sebagaimana dinyatakannya dalam sidang di Pengadilan, Tipikor Semarang. "Hakim yang Mulia, Kesaksiannya jelas Bohong," ujar Muryono dengan suara keras, Senin (8/4/2019).

Bahkan Muryono juga meminta kepada majelis hakim agar saksi Rubiyanto dan Lutfi segera dihadirkan keduanya dipersidangan untuk dikonfrontir, atas pernyataan tersebut. 

"Saya sudah menyampaikan kepada Rubiyanto saat itu, jika ada masalah hukum harus bertanggung jawab, dan kami sekarang bertiga jadi terdakwa, makanya kami minta keduanya agar bisa dihadirkan. Karena saat itu kan hanya ada saya, Rubiyanto dan Lutfi yang menyuruh proyek ini segera dilaksanakan," jelasnya. 

Sedangkan Saksi Rubiyanto saat dipersidangan memang mengelak, jika dirinya mendesak agar Proyek Mading Kendal segera dilaksanakan.

"Saya secara teknis tidak tahu dan tidak pernah mendesak proyek ini agar segera dilaksanakan, dan tidak ada buktinya," ujar politisi PKS ini. 

Rubiyanto juga memapaparkan bahwa tugasnya selalu Anggota DPRD Kendal hanya sebatas membahas anggaran di DPRD, termasuk pemaparan penghasilannya yang selama ini diterima yang mencapai Rp 36 Juta setiap bulannya.

"Penghasilan dewan yang diterima setiap bulannya Rp 36 Juta, diluar honor dan kunjungan kerja yang setiap berangkat Rp 5 Juta," jelasnya dihadapan hakim. 

Selanjutnya, Majelis Hakim yang dipimpin Ananta,SH meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan kedua saksi di sidang berikutnya," Silahkan. JPU para saksi dihadirkan, nanti siapa yang berbohong," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui dalam persidangan kasus korupsi majalah dinding (Mading) Elektronik di Dinas Pendidikan Kendal Tahun 2016 senilai Rp 6 Miliaran ini menghadirkan Para Saksinya yaitu, Sekda Kendal, M.Toha, Mantan Sekda Kendal, Bambang Dwiyono serta seorang yang bernama Lutfi. Namun saksi Lutfi belum bisa dihadirkan dalam persidangan ini. 
(Len)


Selasa, 09 April 2019 07:24


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+