Dituduh Ambil Lahan Adat, Berikut Jawaban Korem Jayawijaya

Jumat, 12 April 2019 | 20:51 WITA

Dituduh Ambil Lahan Adat, Berikut Jawaban Korem Jayawijaya

MCWNews.com - JAYAPURA | Disangka telah melakukan pengambilan alihan lahan seluas 90 Ha di Jayawijaya oleh Forum Kerja Oikumenis Gereja-gereja di Tanah Papua untuk pembangunan Markas Brigif, pihak Korem 172/PWY sebut itu tidak benar.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar P. Sianipar mengaku tanah tersebut murni pemberian Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Alex Doga, dan sesungguhnya telah memiliki legalitas adat. Permintaan pihak adat tanah tersebut untuk dibangun sekolah, rumah sakit, pasar dan fasilitas lain, intinya untuk kemajuan daerah itu.

"Bukan untuk Markas Brigif atau satuan Kodam seperti yang dituduhkan, dan pemberian tanah itu juga atas kerinduan tokoh adat disana yang ingin daerahnya maju, ingin ada sekolah, rumah sakit, pasar dan keamanan, karena beliau adalah anak seorang veteran,"kata Danrem, Rabu (10/4) malam.

"Mereka itu melihat TNI memiliki jaringan untuk bisa merealisasikan maksud adat tersebut. Baik ke Bupati atau Kementerian, sehingga diberikannyalah tanah itu,"sambungnya.

Pemberian tanah tersebut dilakukan saat penyematan gelar adat kepada Mayjen TNI George Elnadus Supit beberapa waktu lalu, saat yang bersangkutan menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih yang turut dihadiri semua tetua adat di 29 Kabupaten/Kota, kemudian, jika dipermasalahkan dan akan dicabut maka pihaknya mempersilahkan.

"Karena Kodam tidak meminta itu, baik tanah maupun gelar, jadi kalau diminta kembali dan gelar itu dicabut silahkan. Terkait tanah itu juga selepas pemberian oleh adat kami juga tidak berusaha memilikinya, tidak ada pengukuran atau pembuatan sertifikat,"ucapnya.

Okeh karena itu, pihaknya meminta Forum Kerja Oikumenis Gereja-gereja di Tanah Papua mengklarifikasi hal itu juga ke Pihak Adat. Bukan hanya menuduh ke Kodam XVII/Cenderawasih.

“Silahkan klasifikasi ke pihak adat, jangan menuduh kami mengambil alih lahan dan lainnya,"pungkas Danrem.

(Ed)


Jumat, 12 April 2019 20:51


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+