Menyoal Alih Fungsi Hutan Mangrove Pantai Cermin, Untuk Siapa?

Sabtu, 04 Mei 2019 | 16:04 WITA

Menyoal Alih Fungsi Hutan Mangrove Pantai Cermin, Untuk Siapa?

Kawasan Hutan Mangrove Yang Berada di Pesisir Pantai Cermin Berubah Menjadi Pantai Bali Lestari.

MCWNews.com - MEDAN | Sekira puluhan hektar kawasan hutan mangrove di Pantai Cermin Kabupaten Sergei, Sumatera Utara telah beralih fungsi jadi tempat wisata pantai yang dikelola oleh para pengusaha yang diduga hanya memikirkan keuntungan pribadi dan sekelompok orang.

Kini tak terlihat lagi rimbunnya pohon mangrove yang berjejer disepanjang bibir Pantai Cermin, semua telah berubah menjadi kawasan wisata buatan. 

Sekira tahun 2000 an kondisi mangrove masih terlihat jelas berjejer sebagai kawasan penyangga antara zona darat dan zona laut sekaligus menjadi penyeimbang ekosistem.

Pengaruh ekosistem pesisir seperti pohon mangrove sangat erat dengan keberlangsungan makhluk hidup sebagai habitat kepiting bakau, udang, jenis kerang kerangan dan pemisah antara darat dan laut.

Punahnya hutan bakau pesisir telah mengancam sumber pangan masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan atau perempuan nelayan. 

Hal ini menjadi temuan DPW LKLH (Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) Sumut Indra Mingka dan Advokat Gusti Ramadhani, SH ketika turun ke daerah Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai pada hari Kamis (02/05/2019) lalu. 

"Kita coba menganalisa kawasan Pantai Cermin dan sekitarnya yang akhirnya menemukan bahwa Pantai Bali Lestari sesuai dengan SK. Menhut No. 579/Menhut-II/2014 
berada Dalam status kawasan Hutan Lindung dan berikutnya masuk kawasan Pemberian Penundaan Izin Baru (PPIB) Revisi XIV sesuai dengan SK. MenLHK No. 3588 MENLHK- PKTL/IPSDH/PLA.1/5/2018", ungkap Indra Mingka didampingi Gusti Ramadhani, SH kepada MCWNews.com  pada Sabtu (04/05/2019).

Lanjutnya, fakta yang ditemukan ini rasanya tidak bisa lagi dibantah dengan alasan apapun sebab sudah jelas semua baik berdasarkan fakta lapangan maupun fakta berdasarkan aturan yang ada. 

Dengan tegas Indra mengatakan, "Atas temuan ini kami minta Kasi I Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Medan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan Kasus ini."

 (Edward)


Sabtu, 04 Mei 2019 16:04


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+