Dugaan Korupsi Jasmas, Lima Anggota DPRD Kota Surabaya Diperiksa

Selasa, 07 Mei 2019 | 05:43 WITA

Dugaan Korupsi Jasmas, Lima Anggota DPRD Kota Surabaya Diperiksa

Lima anggota DPRD Kota Surabaya saat diperiksa Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (6/5/2019)

MCWNews.com - SURABAYA|Kasus dugaan korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD Kota Surabaya terkait dana ibah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Tahun 2016, akhirnya lima anggota DPRD Surabaya yaitu Darmawan, Ratih Retnowati, Binti Rochma, Dini Rijanti, Saiful Aydi diperiksa Pengadilan Tipikor Surabaya sebagai saksi, Senin (6/5/2019).


Di bawah sumpah, lima wakil rakyat ini menceritakan mekanisme pencairan dana Jasmas hingga perkenalan mereka dengan terdakwa yakni Direktur PT Sang Surya Dwi Sejati Agus Setiawan Tjong (AST).


Diceritakan bahwa awalnya, terdakwa AST menemui dua dari enam oknum anggota DPRD Surabaya yakni Darmawan dan Ratih Retnowati untuk membahas pengadaan barang melalui program Jasmas.


Selanjutnya, Darmawan dan Ratih meminta terdakwa untuk mengkordinir pelaksanaan proyek Jasmas serta menyusun proposal permohonan dana hibah yang mengatasnamakan kelembagaan RT/RW.

Dalam pertemuan tersebut, Terdakwa AST telah menjanjikan pemberian fee sebesar 15 persen ke masing-masing oknum anggota DPRD Kota Surabaya. Fee tersebut disesuaikan dari besaran dana yang diterima dari enam anggota DPRD Surabaya.

Untuk Darmawan dan Ratih Retnowati, masing-masing menerima Rp 3 Miliar, sedangkan Sugito, Dini Arijanti, Saiful Aydi dan Binti Rochma, masing-masing menerima sebesar Rp 2 Miliar.


Dalam pertemuan itu disepakati barang yang akan diberikan ke masyarakat berupa terop, kursi crome, kursi plastik, meja besi, meja plastik, sound system, gerobak sampah serta tempat sampah.


Setelah sepakat, lantas terdakwa melalui tim marketingnya menyebar ke 230 RT se kota Surabaya untuk mengajak mereka mengajukan Jasmas dengan proposal yang telah disiapkan terdakwa.


Penyebaran proposal permohonan dana Jasmas itu mengacu dari data yang diberikan oleh enam Anggota DPRD Surabaya pada terdakwa sesuai dengan Daerah Pemilihan (Dapilnya) masing-masing. 


Terpisah, Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Dimaz Atmadi akhirnya menunjukan kesalahan lima anggota DPRD Surabaya yang dihadirkan sebagai saksi.


Menurut Dimaz, Kesalahan fatal kelima anggota dewan yang terdiri dari Darmawan, Saiful Aidy Ratih Retnowati, Binti Rochma, Dini Rijanti menyetujui proposal Jasmas melalui pihak ketiga yakni terdakwa Agus Setiawan Tjong yang tidak memiliki payung hukum dan tidak memiliki korelasi.


Menurut Dimaz, Anggota dewan tidak boleh menerima proposal permohonan Jasmas dari terdakwa Agus Setiawan Tjong selaku pihak ke tiga.


“Seharusnya berdasarkan aturan, RT atau RW atau lembaga yang mengajukan sendiri proposal tersebut , bukan dari pihak ke tiga” jelas Dimaz.


Untuk diketahui, Hari ini ada lima anggota DPRD Surabaya yang dihadirkan sebagai saksi dipersidangan kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 yang dikucurkan untuk pengadaan barang dalam proyek Jasmas.


Kelima anggota DPRD ini diduga sangat berperan dalam pencairan proposal Jasmas yang dikoordinir oleh terdakwa Agus Setiawan Tjong.


Dari fakta sidang sebelumnya, dua saksi yang merupakan pegawai terdakwa Agus Setiawan Tjong yakni Santi dan Dea Winnie mengungkap adanya aliran dana dalam bentuk fee dan bingkisan yang diterima oleh para wakil rakyat tersebut.

(BL)


Selasa, 07 Mei 2019 05:43


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+