Kajari : Pekerjaan Fiktif, Sejumlah Kepala Lembang Terancam Jadi Tersangka

Jumat, 17 Mei 2019 | 08:56 WITA

Kajari : Pekerjaan Fiktif, Sejumlah Kepala Lembang Terancam Jadi Tersangka

Kajari Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua (Baju Putih Tengah) di dampingi sang istri foto bersama bersama jajarannya usai buka Puasa bersama di halaman Kantor Kejari, Kamis (16/5/2019)

MCWNews - MAKALE | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja Kepala, Jefri Penanging Makapedua usai buka puasa bersama jajarannya bersama Tokoh Agama dan para jurnalis di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Kamis (16/5/2019) mengatakan bahwa terkait pengelolaan dan penggunaan Dana Desa di seluruh lembang di Tana Toraja dan Toraja Utara banyak di temukan melakukan penyalahgunaan anggaran bahkan ada yang fiktif.


"Dari penelusuran aparat Kejaksaan Negeri Makale bersama Polres Tana Toraja di sejumlah Lembang di dua Kabupaten di Toraja banyak sekali terjadi penyimpangan baik itu anggaran penyuluhan dan anggaran pelaksanaan pekerjaan fisik yang masuk dalam anggaran Pendapatan Belanja Lembang (APBL) yang tidak terlaksana atau fiktif,"ujar Kajari Tana Toraja.


Kajari Tana Toraja, Jefri menegaskan akan menindak tegas para Kepala Lembang yang mainkan atau mencuri anggaran lembang.


Tahun 2019 ini Pemerintah Pusat menaikkan anggaran lebih besar lagi, jadi kita semua dan masyarakat berharap pembangunan di Lembang/Desa tidak ada lagi yang tidak bagus. Baik itu infrastruktur jalan desa, penyuluhan penyuluhan pertanian, kesehatan dan pembinaan bagi generasi muda yang ada di lembang.


"Ditambahkan Jefri bahwa anggaran desa yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat kita harapkan di kelola dengan baik, ini malah di temukan sejumlah kepala lembang yang tidak memanfaatkan dengan baik. Ini terjadi banyak Lembang/Desa yang bagian pinggiran yang jauh dari kota.


Kejaksaan Negeri Makale dan Polres Tana Toraja berkomitmen terus memantau penggunaan dan pengelolaan anggaran Desa di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.


"Kami tidak main-main dalam hal ini, begitu ada informasi atau laporan dari masyarakat langsung kami bertindak.

Kasian masyarakat yang berharap wilayahnya atau kampungnya bisa bagus tapi ternyata ada Kepala Lembang yang salah gunakan anggaran.


Disampaikan pula bahwa dalam waktu dekat ini, ada sejumlah kepala lembang di Tana Toraja dan Toraja Utara yang akan kami panggil. Dan tidak menutup kemungkinan ada yang jadi tersangka," tegas Jefri.

(timmcwnews)


Jumat, 17 Mei 2019 08:56


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+