Klarifikasi PT Malista Terkait Pemalangan Pembangunan Gardu Induk 60 MVA

Rabu, 12 Juni 2019 | 12:19 WITA

Klarifikasi PT Malista Terkait Pemalangan Pembangunan Gardu Induk 60 MVA

Papan nama proyek PT. Malista Konstruksi

MCWNews.com - SORONG | PT. Malista Konstruksi mengklarifikasi pemberitaan Jumat, 07/06/2019 terkait pembangunan gardu induk 60 MVA oleh PT Malista konstruksi yang berada di kelurahan giwu distrik klawurung kota Sorong akhirnya direktur PT Malista Konstruksi beserta teamnya memberikan keterangan seputar kegiatan tersebut.

Menurut Mike selaku site manajer PT Malista konstruksi saat di temui di kantornya yang beralamat di jalan danau manijo distrik Sorong barat kota sorong minggu,09/06/2019 menyampaikan terkait pemalangan di areal lokasi proyek oleh pihak malaseme dimana menurutnya pekerjaan sementara masih berjalan.

"Nah sejak di palang barulah pekerjaan di lokasi proyek terhenti, bukan proyek terhenti baru di palang" ungkapnya.

Lebih Lanjut ia menjelaskan, sejak itulah pekerjaan di lokasih terhenti namun ada 5 orang  buruh  yang masih tetap hadir dilokasi dengan alasan mereka tidak mengambil cuti hari raya atau idul fitri seperti pekerja lainnya. Pada saat itu status mereka pun tidak bekerja lagi, jadi mereka pun tidak menerima bayaran dari pihak perusahaan karena mereka adalah buruh harian lepas.

Menurut site manager awal terjadi pemalangan oleh pihak malaseme itu terjadi pada pekerjaan ruas jalan belakang lokasih proyek dan menurutnya telah di selesaikan oleh pihak PT Malista di caffe D'mom.

"Perlu saya klarifikasi bahwa Bapak Absalom malaseme dalam hal ini bukan sebagai sub kon oleh PT Malista karena pihak PT Malista konstruksi tidak mempunyai perikatan atau suatu perjanjian kontrak dengannya,"imbuhnya.

Kemudian menurut pihak beliau yang kami ketahui hanya perjanjian pembayaran material tanah timbunan yang digunakan untuk penimbunan pada area pembangunan gardu induk Sorong kepada sub kon, dijelaskan lebih lanjut perjanjian itu bukan dengan kami antara pihak PT Malista dengan pihak malaseme tetapi kesepakatan tersebut antara pihak malaseme dengan sub kon.

Selain itu Direktur PT Malista konstruksi Irwan menyampaikan menyangkut dengan pembayaran kami (pihak PT Malista) melakukanya secara bertahap sesuai progress kepada subkon hingga selesai,

Termasuk timbunan pertama yang di ambil oleh subkon atas nama Bapak Luther kepada bapak absalom malaseme sudah kami selesaikan tuntas keseluruhannya dengan total Rp 3.700.000.000 di bank mandiri dengan 2 kali pembayaran terdiri dari pembayaran awal senilai Rp 2.500.000.000 dan pemyaran terakhir senilai Rp.1.200.000.000.

"Dimana pembayaran tersebut sudah termasuk pihak yang terkait lainnya dengan Bapak luther termasuk bapak absalon malaseme dan pihak - pihak lainnya yang tidak kami ketahui seperti apa kesepakatan mereka," tambahnya.

"Sedangkan subkon kedua yaitu Abas pernah mengajukan tagihan kepada pihak kami dan kami sudah berkomitmen sepakat bahwa setelah lebaran akan segera kami selesaikan karena dimana proses pembayaran ini  dalam tahapan akhir atau pelunasan.  dan kami pihak PT Malista juga lebih menegaskan sekali lagi bahwa kami hanya berurusan dengan subkon yang telah mempunyai perikatan atau perjanjian dengan kami saja sedangkan perjanjian antara subkon dan pihak lainnya kami tidak tau seperti apa kesepakatan mereka dan tidak akan ikut campur urusan intern mereka masing-masing," jelasnya.

Termasuk pihak malaseme pun juga tidak mempunyai perikatan atau kontrak kerja sama dengan kami dan kami pun tidak punya hak untuk mencampuri urusan tersebut. Kami bukan tidak peduli pada pihak pihak lainnya diluar subkon kami namun dalam hal ini kami pihak PT Malista akan tetap wellcome akan membantu memberikan sedikit keterangan bagi pihak yang membutuhkan keterangan sesuai tingkat urgenitasnya.

Mengenai kontrak kerja menurut pimpinan PT Malista memang sesuai dengan papan proyek namun kegiatan proyeknya belum kelar dimana selalu ada permasalahan pada pihak yang terkait diluar kontrak kerja atau diluar sub kon kami yang tidak kami ketahui dan tak berhak untuk kami ikut campur.

Pihak PT Malista juga memberikan klarifikasi kembali tentang keterangan bahwa dana anggaran yang kami gunakan bukan dari APBN ataupun APBD akan tetapi menggunakan APLN.

Lanjut beliau untuk perpanjangan bangaransi pihak sudah harus terbit tanggal 12/06/2019 maka otomatis masih PT Malista yang akan mengerjakan, sehingga kalau di katakan putus kontrak.

"Kami sampaikan tidak pernah berpikir ke arah sana. Dan kami telah mengantongi dukumen bangaransi yang akan terbit hingga berakir sesuai dengan waktu yang ditentukan," pungkasnya. (Charles)


Rabu, 12 Juni 2019 12:19


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+