Tahun Ini Jalur Mansel - Bintuni Akan Diaspal, Masyarakat Diharap Bersabar

Rabu, 12 Juni 2019 | 12:39 WITA

Tahun Ini Jalur Mansel - Bintuni Akan Diaspal, Masyarakat Diharap Bersabar

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Bintuni, Benjamin E. Pesurnay, ST. MM

MCWNews.com - MANOKWARI | Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari angkat bicara terkait rusaknya jalan trans Papua Barat yang menghubungkan antara Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Hal ini memberikan hak jawab sebagaimana diungkapkan oleh Penyidik Polda Papua Barat terus mengumpulkan data dan informasi terkait rusaknya jalan trans Papua Barat yang menghubungkan antara Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebelumnya, Kanit Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat AKP Tommy Pontororing mengungkapkan jalur tersebut banyak dikeluhkan oleh masyarakat, dari segi waktu tempuh yang biasanya 6-8 jam kini bisa 3-4 hari terutama saat musim hujan.

“Masa anggaran sebesar itu, tapi hasil pekerjaan sepeti ini. Yang tadinya bisa dilalui 6-8 jam, kini bisa 3-4 hari,” kata Tommy Pontororing, kepada sumber mcwnews.com, Selasa (04/06/2019).

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Bintuni, Benjamin E. Pesurnay, ST. MM menjelaskan kondisi ruas tersebut sedang dalam penanganan, bahkan kontrak dengan pihak ketiga sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu.

Total panjang jalan dari Manokwari Selatan - Teluk Bintuni sepanjang 70.55 meter sedangkan yang sudah teraspal dari Logpon sampai ke Tugu Tujuh Pilar kilometer sepanjang 50,55 kilometer, dengan begitu ada sekitar 20 kilometer yang belum teraspal dan masih jalan tanah.

Namun dikarenakan kondisi curah hujan yang tinggi sejak bulan itu mengakibatkan penanganan baru bisa dilakukan sepanjang 2 kilometer dari total yang dianggarkan untuk pengaspalan pada tahun ini sepanjang 5 kilometer.

"Kami belum bisa berbuat apa-apa karena kondisi disana terus hujan, tapi kita sudah tangani 2 kilo dari total 5 kilo," kata Benny saat dikonfirmasi mcwnews.com, Senin (10/06/2019).

Pihaknya juga berharap agar masyarakat berhati - hati saat melintas jalur tersebut baik arah dari Manokwari Selatan ke Bintuni maupun sebaliknya dan agar bersabar karena kondisi tersebut.

BPJN XVII Manokwari terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi kerusakan jalur Trans Papua Barat itu serta telah menerjunkan sejumlah alat berat guna membantu para pengguna jalan jika terjebak lumpur di lokasi itu.

"Alat berat sudah standby masyarakat diharap berhati-hati dan tetap bersabar," lanjutnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2018 BPJN Manokwari tidak mendapat alokasi anggaran untuk penanganan ruas jalan yang rusak berat tersebut, akan tetapi baru tahun 2019 ini anggaran tersebut dikucurkan oleh pemerintah pusat.

"Untuk penanganan 2018 tidak termasuk pada ruas jalan yang rusak berat," imbuhnya.

Diketahui, Kementerian PUPR melalui BPJN XVII Manokwari telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Megapura Mambramo Bangun pada 23 November 2018 terkait peningkatan jalan nasional yang menghubungkan Manokwari Selatan - Teluk Bintuni tersebut.

Dengan adanya penandatanganan MoU ini, maka jalan nasional sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan Manokwari Selatan-Teluk Bintuni akan segera diaspal pada 2019.

“Kami sudah membuat perjanjian kerja sama dengan perusahaan Megapura Mambramo Bangun dan akan melakukan pengaspalan secara bertahap pada 2019 ini,” kata Benjamin saat ditemui diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, bahwa pihak BPJN Papua Barat akan melakukan pengasapalan dan memelihara jalan operasional perusahaan itu.

"Namun dengan catatan, pihak perusahaan juga harus mengurangi beban tonase kendaraan truk pengangkut yang sebelumnya mencapai 40 ton, supaya disesuaikan dengan kondisi jalan menjadi 10 ton, dengan tujuan agar kondisi jalan tidak cepat rusak," jelas Benjamin.

Ia menjelaskan, ruas Manokwari Selatan - Bintuni total panjang 70,55 kilometer, sudah teraspal sepanjang 50,55 kilometer, jadi sisa 20 kilometer belum teraspal. Pada tahun ini pihaknya akan melakukan pengaspalan sepanjang 5 kilometer dari total panjang 20 kilometer tersebut.
(Red)


Rabu, 12 Juni 2019 12:39


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+