Ombudsman Bali Akan Awasi Proses Penerimaan Mahasiswa Baru

Kamis, 13 Juni 2019 | 13:21 WITA

Ombudsman Bali Akan Awasi Proses Penerimaan Mahasiswa Baru

Ketua Ombudsman RI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhattab

MCWNews.com - DENPASAR | Ombudsman RI Perwakilan Bali menyarankan kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada pungutan liar dalam proses penerimaan mahasiswa baru khususnya di perguruan tinggi negeri. Hal itu berkaitan dengan banyaknya laporan yang diterima oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan pungli dalam proses seleksi penerimaan perguruan tinggi khususnya pada jurusan atau fakultas favorit seperti ilmu kedokteran.

"Ya tentu kita sangat membutuhkan informasi dari publik, dari masyarakat ya kalau memang masyarakat memiliki informasi terkait pungutan itu ya mohon kiranya bisa menyampaikan juga kepada ombudsman," kata Ketua Ombudsman Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhattab, saat dihubungi via telepon, Kamis (13/06/2019).

Pihaknya juga tengah melakukan persiapan untuk pengawasan pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) dari tingkat SMP hingga SMA dan perguruan tinggi.

"Ini sedang kita lakukan persiapan untuk pelaksanaan pengawasan PPDB maupun penerimaan mahasiswa baru," imbuhnya.

Sejauh ini, imbuh Umar, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan pungli itu. Dirinya berharap masyarakat bersedia melaporkan jika menemukan masalah baik administrasi dan juga soal pungutan yang tidak wajar.

Ombudsman Bali berpesan agar masyarakat tidak memaksakan kehendak agar anaknya diterima di perguruan tinggi dengan cara membayar atau menyuap panitia pelaksana seleksi masuk perguruan tinggi.

"Kepada publik kita berharap ikuti proses penerimaan jangan memaksakan diri untuk masuk ke perguruan tinggi dengan membayar sejumlah uang, bagi penyelenggara perguruan tinggi tentu kita berharap betul betul prosesnya kredibel transparan ya jauh dari praktek pungli dan sebagainya," pungkasnya.(timmcwnews)


Kamis, 13 Juni 2019 13:21


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+