LKLH Pusat Pantau Areal Konservasi Perkebunan Sawit di Sumut

Kamis, 04 Juli 2019 | 10:06 WITA

LKLH Pusat Pantau Areal Konservasi Perkebunan Sawit di Sumut

MCWNews.com - MEDAN|Dewan Pengurus Nasional Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (DPN LKLH) Pusat  secara nasional akan melaksanakan kegiatan pemantauan kawasan konservasi nilai tinggi terhadap perkebunan kelapa sawit di Indonesia. 

Untuk menyelenggarakan perkebunan kelapa sawit dan keberlangsungan ketersediaan minyak sawit yang lestari juga memperhatikan sinkronisasi antara pembangunan ekonomi dan perlindungan alam dan hak budaya masyarakat,

"Langkah ini dilakukan untuk mendukung Pemerintah kita dalam percepatan tata kelola sawit yang ramah lingkungan", ungkap Irmansyah Sekjen DPN LKLH Pusat. 
 
Ditambahkannya, "secara nasional tahap awal kegiatan ini akan kita lakukan di Sumut yang kita ketahui sebagai sentra sawit nasional ke 2 terbesar."

Dikatakannya bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan keberadaan NKT benar benar terjaga dan lestari. 

Irmansyah juga mengatakan,
Konsep High Conservation Value (HCV) dalam area konsesi kebun sawit mewajibkan perusahaan perkebunan mengidentifikasi dampak yang akan terjadi jika membuka lahan untuk perkebunan sawit termasuk identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi seperti tercantum dalam prinsip dan kriteria RSPO.

Lanjutnya, dalam sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO terdapat syarat syarat pengelolaan identifikasi, pengelolaan dan pemantauan area HCV baik unsur lingkungan, keanekaragaman hayati maupun sosial.

Mempertahankan dan menjaga kawasan dengan nilai konservasi tinggi seperti tercantum dalam prinsip dan kriteria RSPO 5.2 dan 7.3. 

NKT yang berfungsi sebagai kawasan lindung, penyangga dan habitat flora dan fauna ditengah perkebunan sawit, 

Dalam kesempatan tersebut Irmansyah menambahkan Pemerintah RI juga mewajibkan pemenuhan sertifikasi ISPO (Indonesian Suistinable Palm Oil ) kelapa Sawit berkelanjutan Indonesia, sesuai dengan Peraturan Menteri PertanianRI. No.11/Permentan/OT.140/3/2015 tanggal 18 Maret 2015 tentang  prinsif dan kriteria kelapa sawit berkelanjutan Indonesia (ISPO/) pada poin 4 tentang pengelolaan dan pemantuan lingkungan hidup.

Diinformasikan Ini Sumatera Utara jumlah perkebunan sawit yang memiliki ISPO baru 30 Perusahaan Tahun 2018.

Tahap awal ini kita akan memantau NKT perkebunan sawit yang sudah miliki Sertifikasi ISPO (Indonesia Suistinable Palm Oil) dan RSPO ( Round Stae Palm Oil). 

Irmansyah yang juga Sekjen DPN LKKH Pusat mengatakan, "kita sudah surati ada 4 lerusahaan perkebunan sawit 2 diantara BUMN dan 2 perusahaan swasta, 2 BUMN itu : PTPN III Medan, PTPN IV Medan dan 2 swasta PT. Lonsum, PT. Socfin pada 1 Juli 2019. 

"Hasil pemantauan ini akan kita publikasikan dan kita sampaikan kepada Kementan, Komisi ISPO dan RSPO di Kuala Lumpur."

Berikutnya kata Irmansyah, "kita akan mengajak pihak perusahaan perkebunan sawit bekerjasama  untuk melakukan pemulihan kawasan NKT dan pada akhirnya akan terwujud perkebunan sawit yang semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan." 
(Edward)


Kamis, 04 Juli 2019 10:06


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+