Heboh, Diduga Tanpa Dokumen, Truk Bermuatan Elminit & Zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam

Senin, 08 Juli 2019 | 20:07 WITA

Heboh, Diduga Tanpa Dokumen, Truk Bermuatan Elminit & Zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam

MCWNews.com - PANGKALPINANG | Iring-iringan truk yang diduga bermuatan elminit dan zirkon berada di Pelabuhan Pangkalbalam, barang tersebut dimuat ke dalam tongkang bermuatan 2500 ton, dan langsung "heboh" karena mineral itu diduga tidak memiliki dokumen lengkap.

Saat hendak dikonfirmasi wartawan di TKP, tidak terlihat aparat keamanan, walaupun menurut keterangan di lapangan, sempat datang beberapa anggota Brimob Polda Babel, sesuai informasi, petugas telah menyerahkan hasil temuan kantong-kantong mineral tersebut ke Reskrimsus Polda Babel. 



Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  IV Pangkalbalam, memastikan dokumen barang tadi tidak lengkap. Pejabat Harian (PH) KSOP IV Pangkalpinang Hasoloan Siregar, mengatakan kita baru tahu dari agen (pelayaran) akan ada pengiriman, nama agennya LMP cuman belum ada dokumen kesyahbandarannya," ungkapnya, Senin (8/7/2019).

Lanjut Hasoloan, setidaknya ada 4 dokumen yang harus dilengkapi, ketika mengirim mineral melalui pelabuhan. Surat Keterangan Perusahaan (SKP) awal, hasil uji laboratorium untuk mengetahui jenis barang, laporan pemeriksaan hasil surveyor, bukti setor pajak daerah dan SKP akhir. 

"Harus ada uji laboratorioum untuk jenis barang tersebut, laporan hasil surveyor dan bukti setor pajak daerah untuk jumlah barangnya," imbuh Hasoloan

Dari pantauan wartawan di pelabuhan Pangkalbalam, hingga berita ini diturunkan, muatan dalam truk di jumbo bag tadi terus dimuat ke dalam tongkang.

Sementara itu menurut Hasoloan, belum ada dokumen kapal yang masuk ke KSOP IV Pangkalbalam. 

"Tadi memang ada pengurusnya datang ke kita (KSOP IV Pangkalbalam), tapi kita sudah minta dokumennya belum ada," tegasnya

Dari informasi yang berhasil ditelusuri wartawan ini, barang tadi berasal dari PT Indomas, walaupun belum bisa dipastikan kebenarannya. Sedangkan jumlah barang yang dimuat berkisar hingga 18.000 ton. 

"Sebelumnya memang ada yang mengirim zirkon, tapi dokumennya lengkap, bukan seperti saat ini belum jelas surat-suratnya," pungkas Hasoloan.
(Rik)


Senin, 08 Juli 2019 20:07


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+